Skip to main content

Posts

Showing posts with the label ceritaku

Badai Harga Diri

Saya tak perlu menjelaskan bagaimana kondisi langit Sulawesi Selatan kemarin, orang-orang di sana tentunya sudah tahu itu. Pun video-video yang beredar bagaimana air hujan, angin, dan gelombang laut menyapa dengan cara tak biasa, bisa menjelaskan kondisi langit kemarin itu. Saya sudah berada di kursi 24F Citylink tujuan Jakarta ketika kepala badai memasuki Sulawesi. Bahkan sehari sebelumnya ia sudah mengamuk di beberapa daerah. Di Galesong, kampungku, sudah banyak genangan. Di pantainya, gelombang menyapu banyak rumah dan menenggelamkan perahu-perhau nelayan. Entah apa di pikiran kapten pilot Citylink pagi kemarin itu. Ia tetap memutuskan terbang. Satu menit pertama setelah pesawat take off, suasana kabin masih normal. Kulihat ujung-ujung sayap pesawat damai bak menari menembus awan-awan. Namun beberapa menit berikutnya adalah ketegangan. Pesawat seketika telah berada di tengah awan tebal nan berat. Di atas selat Makassar ia diguncang kiri kanan, ke atas dan ke bawah. Kesegenap penjuru...

Kado Vaksin

Menjelang ulang tahun kedua Kopit-19, bulan desember depan. Dan ulang tahun pernikahan kami yang ke-6, hari ini, 25 Desember, Saya dan istri memutuskan untuk bergabung dengan 3.3 milyar lebih penduduk bumi yang telah menerima vaksin kopit-19, sesuai rilis data vaksin oktober lalu. Kupejamkan mata, saya mencoba menikmati setiap milimiter jarum suntik yang ditancapkan pada lapisan ototku. Kurelakan lengan kiri ini disakiti demi status sebagai penduduk dunia yang taat kepada tatanan global, taat kepada negara, dan tentutanya taat kepada industri farmasi dunia. 0,5ml Oxford AstraZeneca perlahan menjalar ke dalam setiap elemen sel-sel tubuhku. Ada rasa nyeri di lengan, dan sedikit gatal, serta lebih banyak keceriaan.  Vaksin AstraZeneca, meskipun kemanjurannya tak sehebat Pfizer, namun ada semangat nasionalisme yang mendorongku untuk menunggu vaksin buatan ahli-ahli di Universitas Oxford itu. Ada sedikit campur tangan ilmuwan Indonesia di dalamnya. Carina Joe, wanita muda asal Indonesia...

Cinta Rupiah Bersama Cindy Cenora

"Aku suka rupiah biar dollar merajalela, aku cinta rupiah karena ku anak Indonesia” Demikian sepotong lirik lagu anak-anak yang dinyanyikan oleh Cindy Cenora. Bagi saya dan mungkin jutaan anak Indonesia yang menghabiskan masa kanak-kanak di tahun 90-an, tentulah penggalan lagu tersebut tidak begitu asing. TVRI misalnya, yang senantiasa memutarkannya untuk kami pada saat hari libur tiba. Masa itu merupakan masa keemasan bagi perkembangan industri lagu anak-anak di Indonesia. Beberapa kenangan lagu masa kecil itu terbawa hingga saya dewasa, Cinta Rupiah oleh Cindy Cenora adalah salah satunya. Lagu Cinta Rupiah sedikit banyak mempengaruhi masa kecil saya di kampung nun jauh di pesisir Sulawesi Selatan. Dari lagu itu saya jadi tahu bahwa ternyata nama mata uang negara saya adalah Rupiah. Bagi anak kecil seperti saya dan beberapa teman sebaya waktu itu, kehidupan kami di kampung juga sangat lekat dengan Rupiah. Bahkan beberapa jenis permainan tradisional yang kami mainkan menggunak...

El Kondos

Kondo/angau, sumber gambar: http://www.dongenganakindonesia1.com Duluh, waktu orang-orang masih menyimpan data digital di disket (floppy disk). Saya masih berada di empang-empang belakang rumah mengejar Kondo, sejenis burung bangau. Membuat perangkap dari pi', sejenis getah buah yang bisa dijadikan perangkap bagi kawanan burung Kondo. Sensai nafsu manusia kami akan sangat senang jika salah satu dari mereka terperangkap. Walaupun sebenarnya kami tidak tahu mau melakukan apa setelah itu. Sangat kejam masa kecil saya, jauh dari prin sip mencintai lingkungan. Jika sore tiba, saya berpesta menyambut cahaya redup nan sejuk di hamparan pasir pantai di kampung kami. Kalau bukan bermain bola tentulah mengadu kuat bola pasir. Di petang hari, Kondo dan sanak family-nya akan terbang tinggi membentuk pola. Yang belakangan setelah membaca artikel ilmiah, baru ku tahu bahwa pola-pola itu sengaja mereka buat untuk menyusaikan pergerakannya dengan kaidah aerodinamika. Isi ...

April Yang Basah

Sore ini saya mau menulis, entah apa saya juga kurang tahu alasannya. Hasrat menulis memang terkadang datang begitu saja. Belum ku tahu bagaimana reaksi kimia yang terjadi hingga tercipta yang dinamakan mood. Mood diserap dari bahasa asing yang kurang lebih bermakna, selera ataupun semangat. Jadi kalau anak-anak milenia zaman sekarang sudah bertitah "saya lagi tidak mood". Maka sebaiknya niat apapun yang ingin ditunaikan bersama oknum yang bertitah itu, urunkanlah. Akhir-akhir ini cuaca lagi tidak menentu. Hujan yang seharusnya sudah jarang kini terkadang tiba-tiba datang berduyun-duyun dari barat. Membasahi kampung kami sejadi-jadinya. Beruntung angin yang bertiup kencang tidak ikut menyertai. Tadi pagi saat terbangun saya tiba-tiba mencari sesuatu yang tidak hadir. Rasa manisnya berniang di pangkal lidahku. Aromanya yang khas semakin menjadikan rasa kehilangan atas kehadirannya di bulan-bulan itu. Langsat kini tak hadir. Anomali iklim sungguh sudah terasa hingga ke kampun...

Maret dan Panen

Suasana panen menggunakan mesin pemotong padi modern Akhir maret saat matahari tepat di atas ubung-ubung masyarakat yang tinggal di wilayah katulitiwa bumi. Saat matahari bersinar sejadi-jadinya, walaupun terkadang masih ada sisa-sisa hujan bulan maret. Kesibukan melanda masyarakat di negeri agraris ini, tak terkecuali di wilayah pertanian di kampung halamanku - Galesong. Masih tersisah beberapa ribu hektar tanah pertanian dari serbuan pengembang perumahan. Ada gairah yang menyenangkan saat melihat para petani lalu-lalang mengakut berkarung-karung padi dari ladang. Tumpukan karung-karung putih besar tergeletak di pematang, ada juga yang sedang diangkut menggunakan mobil menuju pengepul. Beberapa tahun terakhir, ada nuansa berbeda dalam pola gerak petani di daerahku. Dahulu sekali saat musim tanam tiba, pemandangan aktifitas menanam yang bersemangatkan gotong royong masih kental terlihat di ladang persawahan. Masyarakat membantu satu sama lain dalam aktifitas menanam bibit demi b...

Rakyat Tenang, Elit Tegang.

Susana acara masyarakat Jika melihat perilaku masyarakat secara umum di kabupaten Takalar setelah pelaksanaan Pilkada 2017 maka patutlah sekiranya kita bersyukur. Meski ada sedikit tensi yang terkadang timbul tetapi kemungkinannya tidak berlangsung lama. Masyarakat juga memiliki kecenderungan untuk menerima hasil pilkada yang telah dilaksanakan. Beberapa hari terakhir ini saya sering bercengkrama dengan keluarga dan tetangga yang memiliki pilihan politik berbeda. Walaupun mereka sedikit minder dan masih kadang berubah mood secara tiba-tiba jika pembahasan beralih ke topik pilkada. Tetapi itu tidak lebih dari pengaruh fisikologis musiman, karena sungguh tidak ada kekalahan yang nikmat, hehehehe. Masyarakat kembali melaksanakan rutinitas seperti biasa, dan saya rasa aroma persaingan dan ketegangan karena perbedaan pilihan itu akan menguap seiring berjalannya waktu. Entahlah, tetapi mungkin masyarakat kecil memang tetaplah menjadi komonditi politik yang selalu menjadi korban...

Sudut Cewe

Paling sedih hati ta kalau kita sudah serius perhatian tapi justru di cap ngebulli. Ceritanya begini, beberapa malam lalu aku asyik baca-baca status teman-teman di twitter, tiba-tiba adami lewat status seorang cewe yang seperti ini, kemudian dengan spek-spek aku mencoba menghibur, mungkin lelucon ku yang agak sedikt garing atau yang dimention moodnya lagi keseleo, entahlah... Lama aku tunggu, mention balasannya tidak kunjung datang, malah ia menulis status baru yang sungguh sangat mengamPRETKAN diriku :).

Terlena

Seperti apa kita memperlakukan hidup seperti itulah alam akan memperlakukan kita. Mengerti semua bisikan dan hasrat putaran jagat raya, mencoba dan terus mencoba diam mendengarkan berharap ada satu pesan yang dirindukan. Mengembara dari timur mata angin ke barat ujung pandangan, kau meninggalkan entah berapa juta rasa dan cerita. Ini dunia dan tak semestinya engkau kecewa, biarkan yang kau lalui bercerita kepada Tuhan tentang kebaikan dan semangat yang telah engkau bangun. Dipagi hari saat kau masih terjaga lalu kau biarkan matahari menjilati kulit halusmu maka kesadaran akan menghampiri menghabiskan kopi hitam pahit. Dan kau akan bercerita berwarnanya hidup ini kepada si dia di sampingmu.

Timika 15 Maret

Foto di Lapangan Bola SportHall Tembagapura Think out of the box, antara pagi ke malam Tuhan menghamparkan milyaran harapan di muka bumi-Nya. aku dan seluruh aktifitas metabolisme di dalamnya adalah bagian yang terhitung pulah. Berfikir di luar dari apa yang umum manusia pikirkan. Dalam hubungannya dengan akal sehat dan segalah perbendaharaan keyakinan yang menyertainya. Entah sampai dimana dan waktu akan memeluknya sebagai luapan rasa rindunya. Think out of the box, menunjukkan jalan kepada siapa yang tersesat dalam kesesatan kita sendiri. Menjadi bentuk apa yang kita yakini dan tetap mengalir. Baginya kesulitan hanya candaan nasib belaka. Think out of the box, dan seperti yang seharusnya terjadi.

Gold and Copper Part II

Udah lama juga ngak nampilin tulisan-tulisan okkotsku, sorry brother and sohib-sohib semua gue lagi sibuk dengan tugas akhir dan acara magangnya di Papua. Alkisah pada suatu waktu aku mendapatkan kesempatan untuk magang di PTFI (Freeport Indonesia). Di sini aku mendapatkan pengalaman yang amat luar biasa, bisa menikmati sensasi menjadi penambang dan menjadi bagian dari perusahaan tambang emas terbesar di dunia. Menikmati suasana alam Papua yang begitu primitif dan menantang. Selama aku magang di PTFI aku diberi tempat tinggal yang begitu istimewa, aku tinggal tepat di kaki punjak Jayawijya, tepatnya di Portaken GBT Eksploration PTFI, tidur, makan, dan buang hajat di ketinggian 4000 mdpl adalah sensasi yang luar biasa. Suhu dia lingkungan tempat tinggalku berkisar 5-15 derajat celcius, bahkan dibeberapa kesempatan aku berhasil menikmati yang namanya es jatuh dari langit (salju). Selain suka juga tentunya terdapat ketidak enakan, tinggal dilingkungan dingin bagi saya yang besar dan samap...

No Wa Nemuru Koto

Terakhir kali saya nonton di TO itu kurang lebih dua tahun lalu bersama teman sejurusan di kampus. "Meraih Mimpi" film animasi pertama yang diproduksi negeri ini, itulah tontonan kami waktu itu. Jika dihitung dengan jari maka tak kurang dari 3 batang jari mewakili kesempatanku nonton film di bioskop. Aku bukannya tidak suka nonton film tetapi sering aku terkendala di budget jika harus berkunjung ke bioskop, "maklumi saja, hehe.." Beberapa minggu sebelum ini kulihat iklan tentang pemutaran film yang berjudul "Di Timur Matahari" yang diproduksi oleh Alenia Pucture. Dari trillernya bisa kusimpulkan bahwa film ini berkualitas, maka sejak saat itu kuputuskan untuk mengumpul beberapa pundi-pundi rupiah dari hasil bantuin orang kerja sesuatu (rahasia perusahaan) supaya nanti pas 26 juni saya bisa teraktir seseorang nonton sekalian pecahkan rekorku yang sudah dua tahun ga pernah pelototin film di TO. Manusia hanya bisa berencana Tuhanlah yang akan menentukannya. T...

Aroma Minyak Masa Lalu

"Selama saya menjadi penjual bensin eceran, saya telah mengalami enam kali kenaikan BBM" ujarnya bangga. Pak Amir adalah saksi hidup grafik menanjak dari sisa fosil zaman jurasik. Minyak bumi dari dalam perut kepulauan nusantara yang sejatinya dipersembahkan untuk hajat hidup manusia-manusia Indonesia. Aku masih kecil waktu itu, ketika sore menjelang di saat para nelayan bersiap dengan perahu Katinting berpenggerak mesin bensin. Mengarungi samudera demi menyambung hidup di esok hari. Aku sering disuruh paman membeli beberapa botol bensin dalam takaran tradisional (botol markisa Malino). Masih ku ingat aroma dan harganya, lima ratus rupiah per-botol yang setara lima ratus rupiah per-liter. Jika paman memberiku empat lembar rupiah yang di dalamnya berpose seekor Orang Hutan Kalimantan, aku sudah sempoyongan membawa empat botol yang cukup berat untuk ukuran anak delapan tahun. Membahas belang demi belang, aroma demi aroma, dan teori ekonomi demi ketahanan devisa negara. ...

Intermediat

Aku sudah bisa dikatakan remaja bila remaja didefinisikan dari usia. Langit-langit ku telah terasa asing dengan garam, manis dengan gula dan asam pahit dirundung debu jalanan. Ditahun baru ini aku berniat berbenah, menata hati yang nampak telah porak-poranda di hantam dua badai ditahun lalu. Kurasa terlalu rapuh pondasi yang kubangun, ku akui aku mengabaikan hukum logika semesta dan mengentengkan rumus-rumus orang-orang alim . Jika dikaji dengan pikiran dangkal, cobaan perasaan telah mengantamku. Mematikan hasrat untuk mengatakan aku adalah merah. Kajian dangkal membuat aku berlebihan dalam memberikan aksi. Hilang kesederhanaan, hilang mata hati, hilang logika. Yang datang adalah melangkolis, kajian dengan rasa, semangat untuk cepat melihat hasil. Kesabaran mati surih. Aku mesti belajar dari masa lalu. Jika kembali ku lihat diriku dengan kajian sesat yang telah teridentifikasi maka bisa dipastikan aku kembali akan menjadi terdakwa. Berada pada pilihan Tuhan, berada pada sebuah susana y...

Aku, Dia, dan Lima Komplotan

Apa kalian tahu rahasia malam? Saat itu udara tiba-tiba bisa menjadi belati, menusuk sampai tulang rusuk. Gelapnya menghadirkan tanya dan semuanya tentang misteri. Semakin larut, semakin ia mengumbar kenyataan bahwa hidup memang harus menerima hadirnya gelap. Angin laut tak asing lagi bagi seorang sepertiku, pemuda yang seluruh riwayat hidupnya berhubungan erat dengan samudera. Nenek moyang serta seluruh perangkat masa lalunya adalah garam-garam yang ditinggal air, menguap terbawa angin. Malam ini, angin laut Pantai Losari yang bersukutu dengan udara malam tiba-tiba berkhianat padaku. Tak bisa ku sembunyikan geliat-geliat kedinginan. Tapi semua itu hanyalah persoalan sepele karena ada yang begitu hangat malam ini. Di sampingku kawan, tepat di sampingku. Aku tak tahu jarak berapa sentimeter di sebelah kiriku, duduklah ia. Wanita yang telah menggelisahkan jiwa dan membuatku khawatir. Wanita yang tak sengaja bercocok tanam, menaruh benih cinta pada ladang hatiku yang tandus. Walau s...

Agen Rahasia

Beberapa hari terakhir ini kerjaan-ku bertambah, selain jadi mahasiswa dengan beberapa lembar organisasi, secara diam-diam aku menjadi semcam agen rahasia. Tahu ngak friends aku suka ngintipin profil-profil orang di facebook, twitter, dan blog. Sebenarnya kebiasaan ini sudah bukan kebiasaan asing lagi dalam hidup ku tapi karena ada semacam motivasi tersendiri setelah baca buku (ku tak perlu sebutin judulnya). Aku membuat semacam pengelompokan orang-orang dari status-statusnya serta foto-foto mereka. Sebenarnya secara tidak langsung status-status itu mewakili jiwa sang penulisnya. Aku terkadang menemukan kejutan-kejutan kecil saat melihat orang-orang tertentu yang dapat berubah secara perlahan dengan sifat dan kepribadiannya. Ada juga yang status saling berkaitan misalnya gini, si Aco tulis "aku pergi karena kau terlalu sempurna" . lalu distatus lain pada profil yang berbeda misalnya Acce, ia tulis "pergilah kau, pergi dari hidup-ku by sherina Munafik" .  Jika dperha...

Dari Puncak Tai Ayam

Ada yang tahu kisah cinta 80-an? Jika ada yang tahu maka segerahla bersyukur karena anda adalah pencinta melankolis dan gaya rambut penuh kutu dengan celana jeans botol yang buram. Di sudut kamera yang kesemutan dan dialog yang sudah bisa ditebak. Ditonton dari layar tancap propaganda ORBA untuk program "dua anak cukup" atau televisi 14 inci dikotomi -hitam putih. Dan cinta 80-an lah yang telah mengerumuni hatiku saat ini kawan. Aku tak tahu sebap musabapnya, tiba-tiba ia hadir seperti upil dipagi hari -tragis. Tapi aku sedikit menaruh curiga hatiku yang melankolis dan mudah dirayu inilah biang keroknya. Upil itu mengelinding masuk kedalam hatiku, dengan lugu segmen-nya mendefinisikan itu sebagai cinta maka jadilah aku seperti apa aku adanya sekarang. Asap debu Pete-pete dan batuk penuh rindu dari tukang ojek seakan menjadi icon dramatis dan original sountrak kisah cintaku yang 80-an banget. Suasananya itu tak kalah dengan boker yang telah ditahan beberapa jam saat ngedate ke...

Do Not Kill Yourself

Sampai pada masa sekarang, semoga Tuhan tak mengurungku dalam gunung lima jarinya Sung Go Kong. Adalah bunuh diri namanya jika pribadi yang unik ini harus meniru bentuk lain. "Be Your Self" adalah tameng paling keras untuk melawang saat pengaruh asing mulai mengintai tanah air karakter diri. Sekuat tenaga sampai tetes terakhir maksud saya tetes dara penghabisan. Merayap terpontang panting, tassulege , takre'nyo (Makassar Lenguage), dsb. Adalah suatu kemenangan besar jikalau alis ini, mata ini, hidung ini, mulut ini, dan tentunya jiwa ini tak terjajah oleh kapitalisme, "kawan paham maksudku?, kalau tak paham coba tanya om gugel atau tante yahuu" "tapi mungkin ada baiknya kalau kawan berkunjung ke library atau sekali-kali masuk toko buku, cari tuh buku yang bisa membuat kawan ngerti maksudku" Karena saya orangnya terlalu banyak ambil urusan, saya terkadang memperhatikan bahwa bayak dari kita (orang kedua dan ketiga jamak) yang sudah dewasa tapi masi suk...

Menaruh Sedikit Simpati

Bukan Gambar Asli Petugas Kebersihana Kampus di Universitas Hasanuddin Tak banyak yang tahu hal ini, atau mungkin banyak yang tahu tapi sedikit yang ingin tahu. Sejak pagi buta, sebelum para agen-agen perubahan yang MAHA itu datang mereka telah bergelut dengan comberan yang memuakkan. Pakaian dinas hitam dengan semua sisinya diwakili warna orange. Tak perlu ada rasa malu, baginya hidup untuk besok adalah belati yang telah menewaskan mahluk Tuhan yang bernama malu. Jika siang tiba mereka kembali harus melukis di emperan koridor kampus, di sudut lantai paling menjijikkan dan di di pinggiran Water Closed penuh tinja yang mengapung.  banyak yang tahu tapi sedikit yang ingin tahu. Yang tak sopan, yang tak diajarkan tata krama tetap bersantai ria di atas lantai yang telah mereka sapu dengan susah payah. Tak ada kata maaf walau sekedar simpati dan rasa bersalah. Bahkan terkadang sedikit memandang hina. Aku belum mengerti bagaimana para pasukan abdi kebersihan kampus itu menata hatinya. Me...