Skip to main content

Posts

Showing posts with the label pilkada

KIM PLUS PANGKAT DUA DI TAKALAR

Saling sikut elit di Senayan anginnya tak sampai ke Takalar, cuma aromanya saja yang samar tercium. KIM Plus dan PDIP akur menyokong salah satu tokoh pendatang baru di belantika perpolitikan di "Butta Panrannuang". Maka lahirlah koalisi KIM Plus Pangkat 2. Awalnya kotak kosong juga membayangi tetapi keputusan terbaru Mahkamah Konstitusi membuka harapan kepada calon lain untuk bertarung. Berdasarkan keputusan MK, syarat untuk maju menjadi calon Bupati di Pilkada Takalar setidaknya harus mendapatkan minimal 10% suara hasil Pilcaleg 2024. Tokoh-tokoh seperti Syamsari Kitta yang berstatus sebagai petahana sekaligus ketua Partai Gelora Sulsel. Dan Hengki Yasin, senior PKB Sulsel, kembali memiliki peluang untuk bertarung. Partai Gelora memiliki sekitar 7% total suara di pemilihan legislatif di Takalar tahun ini. Syamsari Kitta harus menggoda partai lain bergabung ke Gelora untuk mencapai 10% suara minimal. Namun sampai sekarang partai lain belum juga tertarik merapat ke Gelora, Sya...

Aku Seorang Bupati

Bupati Takalar baru saja dilantik, belum cukup seminggu. Jumat (22/12) adalah saat bersejarah bagi kabupaten Takalar. Bapak Syamsari Kitta didaulat sebagai orang nomor wahid di kabupaten berpenduduk lebih dua ratus ribuan jiwa itu. Di media online, Pak Bupati dan wakilnya menjalani hari pertama mereka bertugas dengan menjalankan ibadah sholat Jumat bersama ratusan jemaah di masjid Agung Takalar. Setelah sholat, beliau menyampaikan pesan agar para abdinya nanti senantiasa memakmurkan masjid. Besoknya, Bupati secara resmi melakukan tugasnya. Sabtu (23/12) memimpin upacara dalam sebuah forum yang dihadiri ratusan guru sekabupaten itu. Tak menunggu lama, setelah forum itu selesai, Bupati dan Wakilnya terlihat meninjau selokan yang tersumbat sekaligus membersihkannya. Walaupun sebenarnya menjadi seorang nomor satu sekabupaten itu bukanlah perkarah yang remeh. Melihat kegiatan Bupati di hari pertama ia bertugas membuat saya berkhayal. Momen hari pertama tentulah tak akan pernah dilupak...

Cinderamata Dari Pilkada Takalar

Suasana Pengambilan Nomor Urut Pasangan Calon Pilkada Takalar 2017 Pilkada Takalar 2017 hari ini menemui puncaknya, dinobatkanlah pasangan Bupati dan Wakil Bupati Takalar periode 2017-2022 oleh gubernur bapak Syahrul Yasin Limpo di ruang pola jabatan kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Bapak Syamsari Kitta dan bapak Ahmad daeng Sere' adalah nahkoda baru bagi masyarakat di kabupaten Takalar untuk lima tahun selanjutnya. Pasangan ini telah melewati jalan yang tidak mulus untuk merengkuh posisi sebagai orang nomor satu dan dua di kabupaten pesisir ini. Setahun sebelum pilkada Takalar digelar, nampaknya Bupati incumbent akan dengan mudah memenangkan pergulatan. Syamsari Kitta (SK) yang menjadi lawan beratnya di 2012 masih belum memberikan sinyal yang meyakinkan setelah kegagalan beliau melenggeng ke Senayan. Basis-basis bapak Burhanuddin sebagai bupati yang sedang menjabat makin kuat di berbagai tingkat desa dan kecamatan se-kabupaten Takalar. Figur-figur yang muncul-pun ras...

Rakyat Tenang, Elit Tegang.

Susana acara masyarakat Jika melihat perilaku masyarakat secara umum di kabupaten Takalar setelah pelaksanaan Pilkada 2017 maka patutlah sekiranya kita bersyukur. Meski ada sedikit tensi yang terkadang timbul tetapi kemungkinannya tidak berlangsung lama. Masyarakat juga memiliki kecenderungan untuk menerima hasil pilkada yang telah dilaksanakan. Beberapa hari terakhir ini saya sering bercengkrama dengan keluarga dan tetangga yang memiliki pilihan politik berbeda. Walaupun mereka sedikit minder dan masih kadang berubah mood secara tiba-tiba jika pembahasan beralih ke topik pilkada. Tetapi itu tidak lebih dari pengaruh fisikologis musiman, karena sungguh tidak ada kekalahan yang nikmat, hehehehe. Masyarakat kembali melaksanakan rutinitas seperti biasa, dan saya rasa aroma persaingan dan ketegangan karena perbedaan pilihan itu akan menguap seiring berjalannya waktu. Entahlah, tetapi mungkin masyarakat kecil memang tetaplah menjadi komonditi politik yang selalu menjadi korban...

Sampai Jumpa Pilkada

Pesta demokrasi yang melelahkan di kabupaten Takalar baru saja berakhir, secara de jure memang seperti itulah adanya. Pemenang telah diplenokan KPU tanggal 22 februari lalu. Walaupun secara de facto oleh negara masih harus menunggu proses hukum antara pihak pelapor dengan penyelenggara pemilu di meja Mahkama Konstitusi. Hal ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan, hampir setiap kaum terpelajar di Takalar sudah paham bahwa pesta demokrasi ini, siapa-pun pemenangnya kemungkinan akan menggunakan peluru terakhir dari pistol yang ia miliki. Suasana Kamapanye di Pilkada Takalar 2017 Di pilkada Takalar kali ini saya pribadi cukup aktif terjun di kegiatan kampanye salah satu pasangan calon. Bisa dikatakan ring tiga dalam struktur, atau bisa dikatakan barisan kulit terluar, hahaha, meskipun saya sendiri sesungguhnya tak terlalu ambil pusing dengan tetek bengek tingkatan struktur itu. Keterlibatan aktif saya di pilkada kali ini lebih kepada dorongan moril dengan melihat adanya ketidakber...

Dua Tikungan Menuju Finish.

Pilkada Takalar 2017 ibarat perlombaan balapan motor semisal Moto GP maka tak lebih tersisa dua tikungan di lap terakhir. Momen-momen seperti ini di mana Marques minyimpan dendam kesumat pada Rossi akibat ulah si doctor di dua tikungan terakhir sirkuit Assen, Belanda, pada musim balap 2015. Saling sikut dan adu kekuatan akan intens terjadi pada titik ini. Bahkan tak jarang ada yang memanfaatkannya untuk berbuat di luar aturan yang disepakati. Sementara penonton terus saja histeris menikmati setiap momen persaingan yang menguras tenaga ini. Momen dua tikungan terakhir di sirkuit Assen, Belanda. Kekuatan pada lap terakhir memang tak banyak yang tersisa, maka diperlukan kreatifitas si  pengemudi untuk memanfaatkan setiap celah yang ada. Tindakan beresiko harus tetap diambil tetapi juga harus tetap dipertimbangkan, karena dibalik kemenangan yang ditawarkan juga terdapat blunder yang mengancam keselamatan. Dua hari lalu tim sukses pasangan nomor urut dua memutuskan un...