Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Filsuf

Tak Mengumpat

Tak perlu kita mengumpat jika rasa telah menemui ajalnya, semua yang ada terkadang akan tiada. Biarkan ia berirama sesuai pola nada yang dirangkai komproser. Kita tanpa kata mencoba menyimpulkan, kita tanpa ilmu banyak bicara. Ada setitik hal yang bisa dirangkai sebagai sebua makna. Betapa rugi hidup ini membiarkan semuanya pergi tanpa menyisahkan jejak langka yang menunjuk arah. Jika kembali rasa itu berwujud, perhatikan kesinambungan, semoga kita mampu menilai dengan lebih baik. Membentuk pandangan, menambah referensi, dan melengkapi fuzzel imageku yang hilang. Kusadari, sabar itu luar biasa. Ada dimensi yang tersingkap diujungnya.

Hoam

Tak menyalahkan keadaan, tak menyalahkan waktu. Terlalu banyak yang mesti ditanggung jika hanya menyimpulkan siapa yang salah. Kajian masa yang selalu berlalu membawa ke keadaan seperti sekarang. Yang kau cari tak mesti kau dapatkan. Yang kau inginkan sepertinya tidaklah kau miliki tetapi semoga Tuhan masih menganugerahkan apa yang sebenarnya kau butuhkan. Jika sesal yang selalu dipikirkan, kupikar ada gunanya tetapi tak bermanfaat. Berubah dan menjadi seperti yang lain inginkan tak akan membuatmu jadi lebih baik. Teruslah melihat dengan mata hati kebenaran yang ber-Tuhan. Dengarkan bisikan kalbumu dan lihatlah disekitar, mungkin ada makna yang akan tersingkap.

Menunggu Untuk Berakhir

Pukul 23:00 waktu sekitar ku yang diriku sekarang nimbrung di 119 lebih beberapa koma derajart bujur timur. sensasi ngupil yang kualami terkadang sering datang tiba-tiba, seakan ada motivasi yang aneh jika perasaan itu datang. Maka sama halnya dengan sensasi ngupil, sensasi menulis ku juga demikian. terkadang ia datang seperti saat ini. Sehabis membaca beberapa artikel di dunia maya aku buka beberapa list lagu, "waiting for the end" kulihat ia ada dalam folder yang kuberi nama "barat". Ketika aku putar lagunya, aku semacam berubah jadi seorang Presiden yang di sana sini di demo oleh rakyatnya. Memimpin negeri akbar seperti Indonesia adalah sebuah kebanggaan dan sejarah, tetapi salah sedikit kita bisa serasa jadi daging panggang di mulut Serigala. Menjadi pemimpin berati bertanggung jawab pada diri, yang dipimpin, dan Tuhan sebagai penuntut di hari kemudian. Kita mesti tahu bahwa herarki negara dalam struktur yang kita pimpin adalah kita sebagai komando. Tegas dengan...

Jangan Bertanya Padaku

tidak seperti apa yang dipikirkan, memerlukan kajian yang mendasar. konstilasi jagat raya semakin membingunkan. di atas air aku dapat melihat bayanganku, di selah hembusan angin aku dapat mengambil sedikit darinya untuk bernafas. seperti keteraturan yang berjalan otomatis, aksi reaksi, ataukah sifat subjektifitas alam raya. tetap seperti itu sampai seperti apa yang tertulis. Sesuatu adalah keyakinan, bukan penjelasan karena sesuatu itu tak mampuh tuk mengungkapkan apa yg terjadi. rasakan dan maknai karena kita terkadang menilai salah....!!!

Yang Aku Pahamai

Selalu tak bisa aku pahami tentang penciptaan cinta dan nafsu . Satu sisi aku yakini bahwa yang aku miliki adalah sebuah cinta sejati untuknya. Cinta yang menggilah dan menggeliat setiap saat. Menerkah apa yang tak bisah diterkah sebelumnya, merajai setiap sudut imajinasiku dan membuatku tertawa tampa alasan. Yang benar cinta telah membawaku ke setiap ruang-ruang ke fantasian hidup yang baru. Membuat kedewasaan dan menawarkan kekanakkanakan, merayu setiap waktu yang kumiliki. Dan masih tetap aku tak memahami, hari ini mentari bersinar indah mencairkan dan menghangatkan hati. Datang dari kesempatan yang lain dan hari ini ia masih tetaplah sebuah hasil penciptaan yang membuatku mabuk kepayang. Satu sisi anti klimaks menawarkan tangisan yang selalu aku takuti. Namun aku tetaplah sang pecandu cinta yang akut untuk mimpiku yang menawarkan masa depan kebahagiaan. Dan penciptaan cinta mengajak ketuban nafsu yang berkamuflase di dasar luapan cinta. Tak jelas tapi aku meyakini keberd...

Cinta = sandi Morse

seluas apa aku mampu berfikr, sebatas itu aku menaruhmu jika penghuni neraka adalah manusia yg memikirkan manusia lain dalam sholatnya maka mungkin itu aku . selalu kusadari bagaimana aku seharusnya.. berdiri, berlari, atau tetap diam karena mati ragu. aku adalah satu dari jutaan nafas yg merasakan hal yg sama. dan aku pun tahu Tuhan tdk pernah menghalalkan ku jatuh cinta. seberkas semangat yg tetap membuatku berjalan. bilangan avokadro atauka sandi morse. kau tetaplah Zaskia Nurmala. dan setiap aku mencoba menghalalkan cinta maka setiap itu pulah aku tersadar akan arti cinta sebenarnya. bukankah cinta yg membuatku angkuh, egois, pragmatis, dan semua hal buruk yg tak kusadari pernah kulakukan. kurasa alam raya akan membantuku saat aku berkehendak.. tapi itu tetaplah sama.. ya, sama alam raya tetaplah sama dengan sebelum apa yg kulakukan terjadi. jazadku ikhlas bertemu tanah atau haram menyentuh api neraka. cintah tetaplah hasil pandang manusia,,, selalu bersifat subjektif..

Limited Edition

Seperti layaknya Plato yang bercerita tentang negeri Atlantis, tak ada bukti tapi banyak kalayak yang meyakininya. Mitologi dari peradaban yang teranak tirikan oleh zaman dan tenggelam dengan megahnya meninggalkan misrteri. Satu yang pasti kita bukanlah sang penjaga bola Kristal yang menjadi sumber energi bagi negeri yang konon tenggelam karena gelombang besar dari letusan Toba purba. Dan kita juga buknlah bagian dari ribuan penduduk negeri itu yang haus akan perdaban baru. Seperti layaknya Harun Yahya yang bercerita tentang manusia dalam kajian Alquran, penuh intrik dan kental dengan Pluarisme. Berat tapi meyakinkan, sederhana tapi memiliki dasar yang jelas. Mungkin kita adalah salah satu dari Newtonian, tapi bukan seorang Darwimisme yang kontra terhadap pria Turki yang bernama Harun itu. Di atas langit jauh, langit yang diceritakan dalam Al kitab. Dan di awal dari Big bang yang maha dasyat. Kita adalah sebuah karangan indah yang tercatat jelas di salah satu lembaran kita...

Nalar

Menapak anak-anak tangga dari dasar ke puncak piramida sains merupakan pergeseran dari kesederhanaan menuju kompleksitas. Ini yang dimetaforkan oleh Gell-Mann sebagai perjalanan dari Quark (fenomena fisika) menuju Jaguar (fenomena mahluk hidup yang adaptif). Masyarakat, sebagai sistem yang kreatif dipandang memiliki kompleksitas yang sangat tinggi. Penguasaan terhadap hukum-hukum universal matematika, fisika, tidak begitu saja membuka jalan untuk menerangkan fenomena mental dan fenomena sosial-politik yang dicirikan oleh emergent. Jadi, pada wilayah dengan kompleksitas tinggi seperti fenomena mental dan sosial, dibutuhkan pendekatan-pendekatan yang khusus dan khas untuk mempelajarinya.

Antar Bintang

Saat langit menitipkanku di bumi Saat aku tersadar terhadap diruku sendiri Bukanlah apa yang terindah Bukan pula segala kesempurnaan Tetap kusadari itu Dan tetap pula kusadari keberadaan Kutitipkan keikhlasan di sisiNya Kurasakan udara pagi yang menertawakanku Satu titik kecil di galaksi antara bintang

Eugenic

B anyak kata yang mampuh mewaikili perasaan manusia namun tak satu-pun dari kata itu yang mampuh membuatku mengerti. Eugenic, deras menghantam otak, dirancang secara alamiah dari cara pandang manusia yang bertindak sebagai satu-satunya mahluk yang memiliki anugerah nafsu. Kata demi kata yang menjadi topeng dari kepalsuan. Manusia tetaplah sasaran empuk ledakan gunung berapi dari nafsu. Ada yang ter-kapar lemah, ada juga yang berdiri berapi-api menyerukan keadilan. Tak sedikit diantaranya bahkan terang-terangan menjadi raja rampok yang penuh kebijaksanaan. mengherangkan memang apa yang diperbuat anak cucu Adam itu. Tak dapat dipungkiri, catatan kejahatan pertama umat manusia adalah pengingkaran terhadap janji. Sehingga kita di deportasi dari surga. Mencari suaka di bumi sebagai konsekwensi dari catatan kejahatan perdana yang manusia lakukan. Tak ubahnya masa percobaan yang diberikan pengadilan terhadap penjahat kelas kakap. Kekeliruan sedikit dapat menjadi alasan bagi sang p...