Skip to main content

Posts

Showing posts with the label irvan nongka

Bintang Ramadan

Pisang Ijo menjelma menjadi sosok takjil yang begitu istimewa di tiap ramadan. Rasa dan aromanya, warna dan kenikmatan yang tunduk dalam kuasa sebuah Pisang Ijo menjadikannya sosok makanan yg memiliki tempat Istimewa bagi anak kampung sepertiku. Rasanya yang khas dan aromanya yang menggoda, membuat Pisang Ijo menjadi primadona. Warna hijau adonan dan kuning pisang di dalamnya, serta merah merona sirup DHT-nya merupakan perwakilan dari kesegaran dan kebahagiaan. 25 tahun lalu ketika kampung kami masih merupakan kampung dalam artian sebenarnya. Ketika panganan modern yang resepnya menjamur di jagat maya belum hadir. Pisang Ijo selalu menempati posisi istimewa di daftar menu berbuka keluarga di kampung. Penjual pisang Ijo musiman juga bertambah seiring meningkatnya permintaan pasar. Mereka Yang tadinya hanya menjual Kue Putu, kini beralih jadi penjual Pisang Ijo. Sepupu jauh saya yang sebelas bulan lamanya berjualan Ubi Goreng, penggorengannya dia gantung dan beralih menjual pisang Ijo. P...

Ramadan Kenangan

Bulan Ramadan, bukan sekadar bulan dibukanya pintu-pintu ampunan di langit, tapi juga bulan yang membuka banyak kotak kisah yang tertinggal di labirin-labirin waktu. Bagi saya dan tentunya banyak umat Muslim di dunia, Ramadan adalah gerbang memori yang mengantarkan kita pada nostalgia masa lampau. Kenangan yang terukir, tawa dan canda yang mewarnai, hingga pilu yang membekas. Bagi mereka yang beranjak remaja, Ramadan membawanya kembali ke masa kanak-kanak di kampung halaman. Kenangan tentang ngabuburit bersama teman, bermain petasan, atau sekedar berebut takjil di masjid. Bagi dia yang beranjak dewasa, memori tentang bulan Ramadan adalah momen reuni dengan sahabat karib. Mengaji bersama, tarawih berjamaah. Kenangan tentang persahabatan dan kebersamaan yang sulit terganti. Bagi mereka yang menua, Ramadan menghadirkan kenangan tentang keluarga. Tentang suasana rumah, Tentang sosok orang terkasih yang pergi mendahului. Anak-anak yang tumbuh dewasa, dan kebersamaan di meja makan saat sahur...

Ridwan Sau dan Gen Z

Ridwan Sau Ridwan Sau seperti mendapatkan angin keduanya di era sosial media ini. Pelantung lagu daerah berbahasa Makassar yang tenar di awal era 2000-an kini kembali sibuk mengisi panggung-panggung di sekitaran Sulawesi. Lagunya yang akrab di teliga remaja 90-an ke bawah ini juga ternyata bisa sangat diterima oleh generasi-Z. Fenomena Ridwan Sau, menjadi bukti bahwa lagu-lagu pop daerah tak lekang oleh waktu. Di era digital ini, di mana musik modern dan internasional mendominasi, lagu-lagu lawas seperti yang dipopulerkan oleh Ridwan Sau kembali digemari oleh generasi muda, khususnya Gen Z. Media sosial, seperti TikTok dan YouTube, menjadi platform utama yang mempopulerkan kembali lagu-lagu pop daerah. Gen Z, yang dikenal aktif di media sosial, terpapar dengan konten-konten kreatif yang menggunakan lagu-lagu tersebut. Data menunjukkan bahwa 85% Gen Z di Indonesia menggunakan TikTok [Sumber: Katadata]. Platform ini telah melahirkan tren baru, seperti "dance challenge" dan ...

Ancaman Tersembunyi bagi Demokrasi Indonesia

Pesta Demokrasi 2024 telah usai dan saya jatuh pada sebuah kesadaran bahwa Indonesia dihadapkan pada sebuah bom waktu yang mengancam masa depannya: stunting, literasi rendah, dan politik uang. Ketiga fenomena ini saling terkait dan berpotensi melahirkan krisis kepemimpinan dan memperlemah demokrasi. Stunting, di mana anak-anak mengalami kekurangan gizi kronis dan terhambat pertumbuhannya, memiliki dampak serius pada perkembangan otak. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kemampuan belajar, memori, dan konsentrasi, yang pada akhirnya mempengaruhi tingkat literasi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan bahwa 24,4% anak balita di Indonesia mengalami stunting. Angka ini masih jauh di atas target nasional 14% yang ingin dicapai pada tahun 2024. Rendahnya tingkat literasi menghambat masyarakat untuk mengakses informasi, berpikir kritis, dan berpartisipasi aktif dalam demokrasi. Survei BPS tahun 2021 menunjukkan bahwa Indeks Literasi Masyarakat Indonesia baru mencapai 59,33,...