Bercerita perihal ketertiban umum di kota Makassar maka topik utama untuk beberapa bulan belakangan tak jauh dari persolan tindakan kriminal yang ditunaikan oleh sekelompok orang (kalau anda sudi menyebutnya demikian) dengan mengandalkan hukum fisika dasar, teori newton ke 2 dan 3. Ketapel, kalau bukan parang. Parang, kalau bukan ketapel. Terjadi satu dua kali dalam sebulan mungkin bisa dikatakan intensitas normal meskipun dalam tatanan keamanan dan standar yang ciamik itu tidak bisa dikatakan zero incident . Ia maksud saya keter-begal-an ataupun pem-begal-an yang berlangsung hamper tiap hari sungguh begitu menyita pikiran bagi kaum pemikir. Ada anekdot baru dari teman nongkrong gue yang sering menyangkut pautkan tindak criminal begal di Makassar ini supaya terkesan lebih mendunia, kan kota kota dunia. “menurut data yang dilansir PBB, setiap lima detik ada satu pembegalan yang terjadi di Makassar” Katanya nyinyir bangga. Menyebarkan berita seperti ini ...