Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cerita Gila

Palingkanlah Wajahmu

Dan panas matahari pun tak bercanda. Partikel udara semakin liar, kadar kelembaban semakin menjadi. Ini bukan persoalan cuaca, ada beban dalam sukma yang menambah tegangnya alur drama ini. Kulihat sosok penyesalan, ia tersenyum, “belajarlah dan palingkan wajahmu dari ku” ucapnya seraya wujudnya tengelam dilumat kesadaran. Aku paham betul bagaimana takdir telah tertulis, aku juga tahu bahwa ini bukanlah kebetulan. Asap kayu bakar yang sedari tadi mengepul dibakar jiwa di muka rumah kini bersatu dengan sosok penyesalan yang menghilang tadi. Masuk kedalam rongga pernafasan yang mulai bingung dengan iramanya. Aku batuk, keluarlah nikmat itu. Ini seperti apa yang seharusnya terjadi tapi yang tak aku inginkan. Ia berlalu dan nimatnya kusadari baru. Semacam pahit kopi yang membuat rindu, terkadang tak kau tahan tapi harapan seperti itulah yang kau harapkan.

Yuk Mandi Pagi!

Duluh Mace -ku paling sering memarahiku kalau tidak mandi di pagi hari, beberapa kali aku diculik dari tempat bermain dan dibawah lari ke sumur timbah punya tetangga untuk dimandikan oleh Mace . Ingatan ini masi segar untuk mengenang masa-masa itu, bahkan dibeberapa kesempatan Mace masi sering memperlakukan ku demikian tapi sekarang adegannya sudah berbeda, besar ma toh! Otakku masi belum moderen untuk mencerna maksud dari perlakuan Mace -ku yang seperti itu, dulu waktu aku masi unyu-unyu. Aku bahkan sering menangis sebagai tamen agar bisa selamat dari penculikan itu. "ah..ga mau..ga mau.. aku ga mau mandi.. masi dinging kodong" keluh unyu-unyu disertai tangisan waktu itu tetapi pendirian Mace -ku tak tergoyahkan, aku direnggut dari tempatku, kepala di bawah dan kaki ku entah dimana. Mace ku kejam tapi penyayang, ya begitualah, aku tidak mau laporin beliau ke komisi perlindungan anak nanti saya berubah jadi batu. Pagi tadi nasib menghampiriku, sang pencerah datang di sia...

Merpati Galau

Terbuai di awan-awan, perasaanku seperti ABG 17 tahun yang kasmaran. Angin-anginan tak berarah, ibarat Merpati, aku adalah merpati pusing karena badai matahari baru saja tiba dan mengganggu medan magnet bumi sebagai penuntun arahku. Tak tahu rantin mana yang paling menarik dihinggapi. Memulai memang seperti memindahkan Lompo Battang, perasaan tak karuan, lalu kucoba mengabaikan rasa tetapi akal-pun uring-uringan. Inilah yang ditakutkan, semuanya telah ada tetapi mereka nampak tak memikat. Kucoba menggoda namun ia masi angkuh. Aku menjauh, ia tersipu dan berkata "siapa yang butuh, cowo? Skripsi adalah milikku sebagai umat dipenghujung masa studi, aku tahu itu. Memulai sungguh menyita pikiran dan persaan. Aku nungging kiri kanan tetapi tetap mandek, kucampuri kopi dengan gula yang lebih dari biasanya. Kunyalakan komputer dengan tangan kanan. Semua hal yang diisyaratkan baik telah kutunaikan tetapi belum juga aku bisa memulai merangkai kata untuk mengwujudkan skripsiku, ommaleeee...!...

Ditulis dengan Penuh Kehormatan

Tak kuasa kubendung dingin jika Tuhan berkehendak mendatangkannya. Turun dari lereng-lereng gunung, menyentuh batu dan menciumi lumut, tak kuasa aku membendungnya. Pohon pinus di puncak bergoyang menandakan dingin mulai hengkang dari peraduannya di atas sana. Hukum-hukum Fisika sebagai landasan ilmiah baginya untuk berbuat dan berwujudlah dingin pada kulitku yang sawomatang. Dingin yang pada beberapa definisi diasumsikan sebagai sunyi, tak banyak alasan yang bisa menjelaskannya tetapi bahasa kehangatan yang selalu identik dengan kebersamaan dan keriangan adalah penjelasan yang mungkin bisa membuatmu mengerti kawan. Dua hari setelah lebaran, nampak sunyi di sekeliling. Inilah momen paling idealis yang biasa terjadi di kampung diwaktu malam -sunyi. Kubuka buku, kubaca beberapa paragraf tetap sunyi. Kuulangi dengan buku yang lain, tetap sunyi. Kupandangi gelap malam di jendala, sunyi semakin menjadi. Kuraih HP, kukirimi beberapa orang sohib pesan singkat "boRinG mlm iNi, SMS-an yukzz...

The Farfum

Suatu masa di Eropa sana lahirlah seorang anak laki-laki, ia terlahir dari rahim ibunya di suatu tempat yang teramat kotor, tempat pembuangan semua sisa jeroan ikan. Saat bayi itu baru melakukan nafas perdananya, ibunya wafat. Bayi mungil tak berdaya yang tergeletak di atas kotoran itu kemudian dipungut oleh seorang ibu tua. Waktu berlalu, bayi tadi tumbuh menjadi anak laki-laki yang penuh kemalangan. Ibu angkatnya menjualnya sebagai budak, selang waktu kemudian ibu angkatnya tewas dirampok. Uang hasil dari penjualan anak itulah yang telah menjadi sebap musabap. Tahun berlalu musim berganti, anak itu tumbuh dewasa dengan perjalanan hidup yang ceritanya hampir sama. Setiap kali ia berpindah maka disitulah malapetaka merangkul orang-orang disekitarnya. Ceita diatas memang sedikit tidak jelas, The Farfum nama filmnya jika kalian mau tahu lebih rincinya. Aku bercerita tentang film itu karena ada semacam kesamaan dalam diriku tapi ini justru sebaliknya. Pernah suatu ketika, saat itu aku bar...

Suprize

Pukul sebelas siang tadi, aku rabah kantong sebelah kananku, nehi. Aku rabah kantong sebelah kiriku pun masi nehi, dompetku raib. Sebagai pribadi yang anggung aku coba slow down baby aja, mengalir mengikuti jejakku, mencari potensi jatuhnya saat jalan tadi. Kuteliti dibeberapa titik yang kucurigai ternyata masi nehi. Dompet ku sungguh tidak bercanda, ia hilang. Aku mulai sadar kalau 30 juli itu aku menggenapkan usiaku 22 tahun, aku santai aja karena kucurigai ini ulah teman-teman kampus. Mereka mondar-mandir menanyakan dompet ku yang hilang "kau dapatmi dompetmu" tanya salah seorang teman. Aku semakin curiga, aku menyantaikan diri. "kenapa santai sekaliko, adami dompet mu ka?" mereka kembali bertanya. Aku semakin yakin kalau mereka mencoba memberiku suprize, tetapi setelah aku cuek beberapa jam dengan ketidak hadiran dompetku mereka mulai pergi satu persatu. Aku kini jadi khawatir, sore datang mereka tidak memberi suprize seperti yang kupikirkan. Sungguh ini bukan m...
Ada tindakan pencemaran nama baik dari image ini, sungguh seorang paparazi telah mengambil fose tak beradat pada saat yang kurang tepat. Apa yang teman-teman lihat di foto ini tidak sama dengan apa yang ada di pikiran kalian. Sebelum aku dikasi jongkok pada acara gaplek ini, aku terlebih dahulu membuat tiga orang lawan ku tumpang timpang tak menyentuh papan (jongkok memilukan). Jadi sekali lagi saya sampaikan bahwa foto ini diambil pada saat yang tidak tepat. Gaplek di Posko Desa Bara Batu KKN Gel.81 UNHAS (Maret-April 2012)

Dari Penjual Koran Sampai Profesor

Pada sebuah dunia dimana hina menghina adalah seni belah diri yang ampuh untuk dianggap sebagai lelucon. Adalah seni yang mengundang tawa pada tingkat rasa yang saling mengerti dan jauh dari ketersinggungan. maccalla' (bugis = mencelah) adalah seni yang kumaksud. Pemuda-pemuda dan golongan yang memiliki tingkat keakraban mahameru maka maccalla' adalah semacam bir penghangat. Di kampus, di jalan, di warung kopi dan di manapun itu, maccalla' dengan objek santapan yang empuk akan segera disikat. Jika keakraban telah melekat maka tak pandang bulu, amunisi senjata macalla' akan ditumpahkan pada sasaran dan pada konteks ini aku akan selalu menjadi objeknya. Jika dengan di- calla' kita akan mendapat reward per- callaan -nya maka mungkin akulah yang akan mengoleksi reward terbanyak, sungguh!. di kampus aku akan menjadi santapan empuk teman-teman yang kucurigai mereka terlahir dengan takdir sebagai pacalla' (orang yang sering mencelah). Takdir ku sebagai objek em...

Virus Merah Jambu

Kalau dirasa-rasa, dicuekin itu asyik juga yaa. Pada momen sepert itu saya merasakan derita fakir perhatian. Sesaat kemandirian akan berperan besar dalam bersimbiosis dengan waktu. Dicuekin bisa saja ini adalah semecam time education untuk naik kelas nanti, banyak rumus yang mesti dicarikan solusi. Gold moment suasana syahdu dicuekin adalah ketika bulan nampak indah setiap malam dan otak menjadi lebih kreatif. Hening membuat ku semakin bergairah membasuh embun di pagi hari. Jam terjaga semakin panjang meski itu hanya digunakan sebesar-besarnya untuk menelaah kata dalam buku tanpa olah raga jari (SMS-an) :-). Jika kita membayangkan keindahan seseorang disaat kita dicuekin maka keindahan itu nampak semakin menggila, entah ini dinamakan efek apa?. Gemercik air merdu hangat menyusuri lorong tenggorokan saat kuhaus di tengah malam. Ada solusi yang ditawarkan tetangga sebelah pintu "ingat kekurangannya" tapi semua itu hanya aib yang menandakan bahwa aku benar telah dicuekin. Lal...

Kaum Praduga tak Bersalah

Kemarin saat saya balik ke kampus, kabur dari posko KKN. Seperti biasa saat ketemu dengan sahabat-sahabat kampus yang berkarat di BEM, kerjaan kita tidak jauh-jauh dari berdebat tidak jelas, saling mengejek (calla: bahasa Makassar), dan yang tak pernah kita lewatkan adalah ngebahas cewe. Sebagai pria normal dengan emosi yang berada pada tingkat rawan, ngebahas cewe panjang lebar serasa diwajarkan. Mulai dari cerita teman yang ngos-ngosan mengejar cewe idamannya sampai yang nampak angkuh karena punya lebih dari satu selingkuhan (padahal remuk redam). Derita kami bermacam-macam untuk urusan cewe. Sampailah pada perdebatan yang tak terduga, teman yang satu sebutlah si 'A' berjenis kelamin perempuan, berdebat dengan si 'pelaku' yang berstatus Play Boy Praduga tak Bersalah. "kau memang salah, sudah punya pacar tapi masi ngeganggu cewe lain" cerotos si 'A' dengan muka menghakimi. "bukan begitu maksudku, saya dekat dengan cewe itu sebatas.." belu...

Virus Pria Labil Kian Menyebar

Terkadang saya malas buka facebook bukan karena facebook itu berbahaya tapi saya malas berjumpa dengan pria labil. Dizaman yang serba maya ini, pria telah bermetamorfosis dari yang unyu-unyu menjadi spesies yang lebih berbahaya, yaitu pria labil. Coba kita bayangkan, bagaimana kiranya jika seorang mahluk yang tadinya identik dengan gelar maco tiba-tiba mungkin karena radiasi gelombang elektromagnetik mereka tiba-tiba menjadi  orang yang labil. Di pasaran jenis murni pria mulai berkurang, banyak yang telah beralih orientasi. Kata mereka menjadi seorang yang labil itu lebih ekspresip. Eksplorasi potensi sastra kalau di status facebook atau twitter katanya lebih menantang. Dalam beberapa kesempatan aku sering berjumpa dengan spesies yang unyu-unyu sampai labil kronis, ciri-cirinya itu antara lain. Up date status di media sosial (facebook, twitter, dll) pada siang hari menjelang pukul 13:27 waktu setempat. Pada saat seperti itu ia sering makan siang sambil peganging gadget atau se...

Tiga Suasana Rahasia

Pukul sebelas malam, perut tanpa komando mengucapkan beberapa mantra dalam bahasa Mandarin. Terasa menggulung sampe uluh hati, beterbangan liar di dalam usus besar. Mules tak tertahankan mengujaniku malam itu. Tanpa komando dengan akselerasi 300 rpm, aku dengan gaya terkapar berlari mencari rumah bersalin (kloset) terdekat yang masih terbuka. 15 meter di depanku kulihat temeran lampu dari lorong aroma pesing. Inilah harapan yang kucari, cahaya temeran yang telah memberikan pencerahan terhadap kalimat-kalimat Mandarin yang terhembus dari usus besarku. Dengan sedikit aksi kungfu dalam sekejap pakaian yang bisa mengganggu jalannya momen persalinan terlepas. "wahhhh..." sedih bercampur bahagia. Untuk sementara aku berada dipihak dewi Fortuna. Mules yang menyerang secara oportunis kini ambruk jatuh terkenah takeclean aksi sigap-ku. Kuucapkan banyak terima kasih kepada akselerasi 300 rpm dan aksi kungfu-ku. Ku hela nafas beberapa waktu dan kucoba menghayati makna atas skandal yang...