Skip to main content

Intermediat

Aku sudah bisa dikatakan remaja bila remaja didefinisikan dari usia. Langit-langit ku telah terasa asing dengan garam, manis dengan gula dan asam pahit dirundung debu jalanan. Ditahun baru ini aku berniat berbenah, menata hati yang nampak telah porak-poranda di hantam dua badai ditahun lalu. Kurasa terlalu rapuh pondasi yang kubangun, ku akui aku mengabaikan hukum logika semesta dan mengentengkan rumus-rumus orang-orang alim.
Jika dikaji dengan pikiran dangkal, cobaan perasaan telah mengantamku. Mematikan hasrat untuk mengatakan aku adalah merah. Kajian dangkal membuat aku berlebihan dalam memberikan aksi. Hilang kesederhanaan, hilang mata hati, hilang logika. Yang datang adalah melangkolis, kajian dengan rasa, semangat untuk cepat melihat hasil. Kesabaran mati surih.
Aku mesti belajar dari masa lalu. Jika kembali ku lihat diriku dengan kajian sesat yang telah teridentifikasi maka bisa dipastikan aku kembali akan menjadi terdakwa. Berada pada pilihan Tuhan, berada pada sebuah susana yang romantis. Susana yang memungkinkan kita menyadari kekasih hati -Tuhan.

Comments

Popular posts from this blog

Celengok

Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.

Tarwi Pertama

Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...

Obat Insomnia

Hari ini aku insomnia, berenang di laut adalah pilihan terbaik untuk mengobati ini semua. Banyak kerunyeman yang menggantung bebas dalam pikiran. Laut hari ini nampak jernih tak ada dosa. Aku mulai jenuh dengan keadaan yang mewarnai hari-hariku di kampus. Mungkin satu jam bersenyawa dengan mineral di lautan akan membuat tubuh menjadi sedikit santai.