Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Makassar

Aku Bukan Kijang, Kamu Bukan Robocop

Bercerita perihal ketertiban umum di kota Makassar maka topik utama untuk beberapa bulan belakangan tak jauh dari persolan tindakan kriminal yang ditunaikan oleh sekelompok orang (kalau anda sudi menyebutnya demikian) dengan mengandalkan hukum fisika dasar, teori newton ke 2 dan 3. Ketapel, kalau bukan parang. Parang, kalau bukan ketapel. Terjadi satu dua kali dalam sebulan mungkin bisa dikatakan intensitas normal meskipun dalam tatanan keamanan dan standar yang ciamik itu tidak bisa dikatakan zero incident . Ia maksud saya keter-begal-an ataupun pem-begal-an yang berlangsung hamper tiap hari sungguh begitu menyita pikiran bagi kaum pemikir. Ada anekdot baru dari teman nongkrong gue yang sering menyangkut pautkan tindak criminal begal di Makassar ini supaya terkesan lebih mendunia, kan kota kota dunia. “menurut data yang  dilansir PBB, setiap lima detik ada satu pembegalan     yang terjadi di Makassar”   Katanya nyinyir bangga. Menyebarkan berita seperti ini ...

Perahu Stik Es Krim

Ada banyak hal dan ada banyak yang bisa diperhal-kan. Kreatifitas manusia adalah galaksi yang mengembang, tak bisa kau bendung. Masyarakat di Galesong sekarang punya hobi baru yang terlahir dari kreatifitas. Beberapa bulan terakhir di Galesong kamu akan menemukan banyak orang terutama pemuda yang membuat perahu miniatur yang terbuat dari bahan stik es krim. Mereka membuatnya secantik dan seapik mungkin. Banyak bahkan yang dipasangkan dinamo sebagai motor pendorongnya. Dibeberapa kesempatan bahkan perahu-perahu kecil ini diperlombakan. Mereka mengadu kecepatan dari perahu yang mereka miliki. Sangat seru, bak balapan Moto GP. Banyak penonton yang akan hadir setiap diadakan perlombaan. Perahu-perahu ini terdiri dari dua bentuk atau jenis. Jenis pertama yaitu dibuat mirip dengan perahu Parengge' (perahu tradisional Galesong) dan jenis kedua yaitu dibuat mirip dengan perahu jenis speed boat. Klik link ini

Ngobrol "tolo-tolo" Bag II

Orang Indonesia Bagian BARAT: "mahasiswa makassar hobinya cuma anarkis doang" Mahasiswa Makassar: "memang, kami di makassar suka makan Doang (UDANG) makanya kami hebat, punya kulit anti panas jadi kalau domo tdk usah bertedu" Orang Indonesia Bagian BARAT: "nanti kalain sulit dapat kerja di perusahaan karna kalian udah diblacklist sama mereka" Mahasiswa Makassar: "biarmi dhe, bukanji memang cita-cita ku jadi bawahan" Orang Indonesia Bagian BARAT: "sombong banget lho..!!!" Mahasiswa Makassar: "wee sambarang kau bilang, Sombong itu artinya alat kelamin wanita. porno ki memang otak nu kau"

Ngobrol "tolo-tolo"

Mahasiswa: "kami melakukan demonstrasi dalam menyikapi rencana kenaikan harga BBM untuk menunaikan fungsi kami sebagai kontrol sosial" Mahasiwa Murtad: "tapi kenapa pade selalu anarkis?" Mahasiswa: "tujuan kami melakukan domonstrasi adalah menyampaikan aspirasi dan selayaknya itu didengarkan, tapi entah mengapa pemerintah selalu tidak mau diajak kompromi dan malah membenturkan kami dengan POLISI (membawa pentungan) dan TENTARA (membawa senjata)' Mahasiswa Murtad: "tolo-tolo..!!!" Mahasiswa: "iyoo.. ka bapak nu kau PNS ji, saya kodong Nelayan"

"Aku Juga Mahasiswa Pak!"

"Ini buktinya!" Panas penuh emosi di jalan raya kota Makassar, jalan Perintis Kemerdekaan sibuk padat walau belum merayap. Hilir mudik kendaraan pukul empat sore, debu menyesaki dada. SPBU di jalan Perintis Kemerdekaan, depan taman makam Pahlawan Panaikang di jaga ketat oleh anggota TNI. Senjata laras panjangnya yang mengintimidasi, baret yang miringnya tak kenal sudut istimewa. Aku singgah mengisi tangki bensin dengan rasa penasaran. "pak kenapa banyak Tentara di sini?" tanyaku heran kepada petugas SPBU. kulihat petugas itu masi konsentrasi memegang ujung selan, ia melirik ke arah pencatat harga digital yang sudah tak meyakinkan. "ini untuk pengamanan karena banyak mahasiswa demo" jawabnya santai "tadi di jalan Andi Pangerang Pettarani ada SPBU yang dimasuki mahasiswa" lanjutnya. Aku berdiri heran sambil meraih dompetku di kantong celana. Dalam hati aku tersenyum dan berkata "pak gue juga mahasiswa kok"