Skip to main content

Virus Merah Jambu

Kalau dirasa-rasa, dicuekin itu asyik juga yaa. Pada momen sepert itu saya merasakan derita fakir perhatian. Sesaat kemandirian akan berperan besar dalam bersimbiosis dengan waktu. Dicuekin bisa saja ini adalah semecam time education untuk naik kelas nanti, banyak rumus yang mesti dicarikan solusi.
Gold moment suasana syahdu dicuekin adalah ketika bulan nampak indah setiap malam dan otak menjadi lebih kreatif. Hening membuat ku semakin bergairah membasuh embun di pagi hari. Jam terjaga semakin panjang meski itu hanya digunakan sebesar-besarnya untuk menelaah kata dalam buku tanpa olah raga jari (SMS-an) :-).
Jika kita membayangkan keindahan seseorang disaat kita dicuekin maka keindahan itu nampak semakin menggila, entah ini dinamakan efek apa?. Gemercik air merdu hangat menyusuri lorong tenggorokan saat kuhaus di tengah malam. Ada solusi yang ditawarkan tetangga sebelah pintu "ingat kekurangannya" tapi semua itu hanya aib yang menandakan bahwa aku benar telah dicuekin. Lalu terpikir obrolan di radio tempo hari, "pergi bercermin supaya kau tahu kekuranganmu sendiri". Ini semacam aksi Harakiri (leng: Jepang) sebagai bentuk kekalahan alias pembunuhan karater yang pelakunya adalah diri sendiri dengan maksud balik kanan bubar barisan.
Lalu gue simpulkan Ini murni dicuekin, tak ada maksud lain dibalik perkarah ini supaya semuanya redah dan kedamaian pun berangsur datang.

Susana Medan Perang di tempat tidur saat terjadi kasus pen-cuek-an
secarah sepihak.

Comments

Popular posts from this blog

Celengok

Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.

Tarwi Pertama

Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...

Obat Insomnia

Hari ini aku insomnia, berenang di laut adalah pilihan terbaik untuk mengobati ini semua. Banyak kerunyeman yang menggantung bebas dalam pikiran. Laut hari ini nampak jernih tak ada dosa. Aku mulai jenuh dengan keadaan yang mewarnai hari-hariku di kampus. Mungkin satu jam bersenyawa dengan mineral di lautan akan membuat tubuh menjadi sedikit santai.