Skip to main content

Suprize

Pukul sebelas siang tadi, aku rabah kantong sebelah kananku, nehi. Aku rabah kantong sebelah kiriku pun masi nehi, dompetku raib. Sebagai pribadi yang anggung aku coba slow down baby aja, mengalir mengikuti jejakku, mencari potensi jatuhnya saat jalan tadi. Kuteliti dibeberapa titik yang kucurigai ternyata masi nehi. Dompet ku sungguh tidak bercanda, ia hilang.
Aku mulai sadar kalau 30 juli itu aku menggenapkan usiaku 22 tahun, aku santai aja karena kucurigai ini ulah teman-teman kampus. Mereka mondar-mandir menanyakan dompet ku yang hilang
"kau dapatmi dompetmu" tanya salah seorang teman.
Aku semakin curiga, aku menyantaikan diri.
"kenapa santai sekaliko, adami dompet mu ka?" mereka kembali bertanya.
Aku semakin yakin kalau mereka mencoba memberiku suprize, tetapi setelah aku cuek beberapa jam dengan ketidak hadiran dompetku mereka mulai pergi satu persatu. Aku kini jadi khawatir, sore datang mereka tidak memberi suprize seperti yang kupikirkan. Sungguh ini bukan momen suprize, mereka tidak tahu kalau hari ini 30 juli, mereka puasa, mereka pasti lebih memikirkan waktu berbuka tiba.
Dompetku... terima kasih atas suprize mu hari ini.

Comments

Popular posts from this blog

Tarwi Pertama

Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...

Celengok

Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.

Obat Insomnia

Hari ini aku insomnia, berenang di laut adalah pilihan terbaik untuk mengobati ini semua. Banyak kerunyeman yang menggantung bebas dalam pikiran. Laut hari ini nampak jernih tak ada dosa. Aku mulai jenuh dengan keadaan yang mewarnai hari-hariku di kampus. Mungkin satu jam bersenyawa dengan mineral di lautan akan membuat tubuh menjadi sedikit santai.