Skip to main content

Posts

Sumber Ketidak Enakan Pemimpin Jaman Now

Najwa Shihab "apa paling tidak enaknya jadi Gubernur?" tanya Najwab dengan sedikit senyum intimidatifnya yang khas kepada lima orang bapak-bapak di kiri kanannya. Jawaban kelimanya kurang lebih sama, "rakyat terlalu berharap lebih kepada pemimpinnya". kelimanya mengakui kelemahannya sebagai mahluk yang penuh keterbatasan. Terus mengapa rakyat itu (yang dimaksud oleh lima bapak-bapak) seolah lemah dan menjadi manusia-manusia penuh harap kepada pemimpinnya (pemimpin politik). Bahkan secara  menyedihkan dijadikan sebagai subjek penyebab ketidak enakan oleh gubernur?. Analisis pribadi saya, karena kebanyakan dari lima orang bapak-bapak ini saat kampanye dulu terlalu kencang meniupkan angin surga. Tampil di atas podium sebagai sosok penawar setiap derita. Maka setelah itu orientasi rakyat menjadi beralih dari sosok imajiner di gubuk-gubuk deritanya ke sosok nyata di atas podium. Beberapa hari yang lalu, saya dan teman berkunjung ke rumah jabatan salah satu...

Aku Seorang Bupati

Bupati Takalar baru saja dilantik, belum cukup seminggu. Jumat (22/12) adalah saat bersejarah bagi kabupaten Takalar. Bapak Syamsari Kitta didaulat sebagai orang nomor wahid di kabupaten berpenduduk lebih dua ratus ribuan jiwa itu. Di media online, Pak Bupati dan wakilnya menjalani hari pertama mereka bertugas dengan menjalankan ibadah sholat Jumat bersama ratusan jemaah di masjid Agung Takalar. Setelah sholat, beliau menyampaikan pesan agar para abdinya nanti senantiasa memakmurkan masjid. Besoknya, Bupati secara resmi melakukan tugasnya. Sabtu (23/12) memimpin upacara dalam sebuah forum yang dihadiri ratusan guru sekabupaten itu. Tak menunggu lama, setelah forum itu selesai, Bupati dan Wakilnya terlihat meninjau selokan yang tersumbat sekaligus membersihkannya. Walaupun sebenarnya menjadi seorang nomor satu sekabupaten itu bukanlah perkarah yang remeh. Melihat kegiatan Bupati di hari pertama ia bertugas membuat saya berkhayal. Momen hari pertama tentulah tak akan pernah dilupak...

Cinderamata Dari Pilkada Takalar

Suasana Pengambilan Nomor Urut Pasangan Calon Pilkada Takalar 2017 Pilkada Takalar 2017 hari ini menemui puncaknya, dinobatkanlah pasangan Bupati dan Wakil Bupati Takalar periode 2017-2022 oleh gubernur bapak Syahrul Yasin Limpo di ruang pola jabatan kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Bapak Syamsari Kitta dan bapak Ahmad daeng Sere' adalah nahkoda baru bagi masyarakat di kabupaten Takalar untuk lima tahun selanjutnya. Pasangan ini telah melewati jalan yang tidak mulus untuk merengkuh posisi sebagai orang nomor satu dan dua di kabupaten pesisir ini. Setahun sebelum pilkada Takalar digelar, nampaknya Bupati incumbent akan dengan mudah memenangkan pergulatan. Syamsari Kitta (SK) yang menjadi lawan beratnya di 2012 masih belum memberikan sinyal yang meyakinkan setelah kegagalan beliau melenggeng ke Senayan. Basis-basis bapak Burhanuddin sebagai bupati yang sedang menjabat makin kuat di berbagai tingkat desa dan kecamatan se-kabupaten Takalar. Figur-figur yang muncul-pun ras...

Cinta Rupiah Bersama Cindy Cenora

"Aku suka rupiah biar dollar merajalela, aku cinta rupiah karena ku anak Indonesia” Demikian sepotong lirik lagu anak-anak yang dinyanyikan oleh Cindy Cenora. Bagi saya dan mungkin jutaan anak Indonesia yang menghabiskan masa kanak-kanak di tahun 90-an, tentulah penggalan lagu tersebut tidak begitu asing. TVRI misalnya, yang senantiasa memutarkannya untuk kami pada saat hari libur tiba. Masa itu merupakan masa keemasan bagi perkembangan industri lagu anak-anak di Indonesia. Beberapa kenangan lagu masa kecil itu terbawa hingga saya dewasa, Cinta Rupiah oleh Cindy Cenora adalah salah satunya. Lagu Cinta Rupiah sedikit banyak mempengaruhi masa kecil saya di kampung nun jauh di pesisir Sulawesi Selatan. Dari lagu itu saya jadi tahu bahwa ternyata nama mata uang negara saya adalah Rupiah. Bagi anak kecil seperti saya dan beberapa teman sebaya waktu itu, kehidupan kami di kampung juga sangat lekat dengan Rupiah. Bahkan beberapa jenis permainan tradisional yang kami mainkan menggunak...

Karakter PSM itu bernama Syamsul

Syamsul Haeruddin Setelah PSM Makassar merengkuh gelar juara liga kasta tertinggi sepak bola Indonesia tahun 2000. Tidak lantas membuat tim ini redup pamor dan kwalitasnya. Bahkan setelah generasi Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Samsuddin Batola yang dikenal sebagai generasi emas itu selesai. Tim ini tak berhenti memunculkan bakat jempolan andalan tim nasional sepakbola Indonesia. Generasi PSM selanjutnya tidak kalah brilian, kuartek lini tengah Fagundes, Syamsul, Ponaryo, dan Irsyad Aras (kakak kandung Ardan Aras) adalah jaminan mutu penghuni kasta tertinggi. Hanya Persik Kediri, Persija, dan Persipura yang sering mengganggu hegemoni kekuatan PSM saat itu. Saya masih umur 12 tahun kala itu, saat seisi stadion selalu bergemuruh menyambut aksi taktis bakat alam bernama Syamsul Haeruddin. Akses yang masih susah dari rumah saya di Galesong, Takalar di awal tahun 2000-an tak membuatku ketinggalan setiap pertandingan PSM Makassar saat berlaga di Mattoangin. RRI Pro 1 Sul...

El Kondos

Kondo/angau, sumber gambar: http://www.dongenganakindonesia1.com Duluh, waktu orang-orang masih menyimpan data digital di disket (floppy disk). Saya masih berada di empang-empang belakang rumah mengejar Kondo, sejenis burung bangau. Membuat perangkap dari pi', sejenis getah buah yang bisa dijadikan perangkap bagi kawanan burung Kondo. Sensai nafsu manusia kami akan sangat senang jika salah satu dari mereka terperangkap. Walaupun sebenarnya kami tidak tahu mau melakukan apa setelah itu. Sangat kejam masa kecil saya, jauh dari prin sip mencintai lingkungan. Jika sore tiba, saya berpesta menyambut cahaya redup nan sejuk di hamparan pasir pantai di kampung kami. Kalau bukan bermain bola tentulah mengadu kuat bola pasir. Di petang hari, Kondo dan sanak family-nya akan terbang tinggi membentuk pola. Yang belakangan setelah membaca artikel ilmiah, baru ku tahu bahwa pola-pola itu sengaja mereka buat untuk menyusaikan pergerakannya dengan kaidah aerodinamika. Isi ...

Telegram dan Film Bajakan

telegram Mungkin masih banyak diantara kita masyarakat Indonesia yang masih belum familiar dengan aplikasi chating Telegram. Wajar saja karena memang aplikasi buatan Durov bersaudara asal Rusia ini datang belakangan. Aplikasi BBM, Line, Whatsapp, serta Wechat tentunya lebih akrab karena selain datang lebih dulu, deretan aplikasi ini juga bahkan ada yang mempromosikan diri melalui iklan di tivi-tivi. Telegram, pada umumnya sama dengan aplikasi chat lainnya yang berfungsi sebagai aplikasi komunikasi yang berbasis teks yang kemudian hari juga mendukung komunikasi suara. Aplikasi yang berlogo kapal terbang kertas ini bayak digunakan di seluruh dunia karena dianggap mampu memberikan keamaan bagi penggunanya karena telah dilengkapi teknologi enkripsi. Walaupun sebenarnya Whatsapp juga menerapkan teknologi semacam ini tetapi Telegram masih dianggap lebih unggul. Masih menurut Fortinet yang saya kutip dari situs kompas(.)com, kelebihan Telegram dari segi keamanan adalah teknologinya ya...