Skip to main content

Posts

El Kondos

Kondo/angau, sumber gambar: http://www.dongenganakindonesia1.com Duluh, waktu orang-orang masih menyimpan data digital di disket (floppy disk). Saya masih berada di empang-empang belakang rumah mengejar Kondo, sejenis burung bangau. Membuat perangkap dari pi', sejenis getah buah yang bisa dijadikan perangkap bagi kawanan burung Kondo. Sensai nafsu manusia kami akan sangat senang jika salah satu dari mereka terperangkap. Walaupun sebenarnya kami tidak tahu mau melakukan apa setelah itu. Sangat kejam masa kecil saya, jauh dari prin sip mencintai lingkungan. Jika sore tiba, saya berpesta menyambut cahaya redup nan sejuk di hamparan pasir pantai di kampung kami. Kalau bukan bermain bola tentulah mengadu kuat bola pasir. Di petang hari, Kondo dan sanak family-nya akan terbang tinggi membentuk pola. Yang belakangan setelah membaca artikel ilmiah, baru ku tahu bahwa pola-pola itu sengaja mereka buat untuk menyusaikan pergerakannya dengan kaidah aerodinamika. Isi ...

Telegram dan Film Bajakan

telegram Mungkin masih banyak diantara kita masyarakat Indonesia yang masih belum familiar dengan aplikasi chating Telegram. Wajar saja karena memang aplikasi buatan Durov bersaudara asal Rusia ini datang belakangan. Aplikasi BBM, Line, Whatsapp, serta Wechat tentunya lebih akrab karena selain datang lebih dulu, deretan aplikasi ini juga bahkan ada yang mempromosikan diri melalui iklan di tivi-tivi. Telegram, pada umumnya sama dengan aplikasi chat lainnya yang berfungsi sebagai aplikasi komunikasi yang berbasis teks yang kemudian hari juga mendukung komunikasi suara. Aplikasi yang berlogo kapal terbang kertas ini bayak digunakan di seluruh dunia karena dianggap mampu memberikan keamaan bagi penggunanya karena telah dilengkapi teknologi enkripsi. Walaupun sebenarnya Whatsapp juga menerapkan teknologi semacam ini tetapi Telegram masih dianggap lebih unggul. Masih menurut Fortinet yang saya kutip dari situs kompas(.)com, kelebihan Telegram dari segi keamanan adalah teknologinya ya...

Ini Alasan Mengapa Kita Harus Menolak Tambang Pasir di Laut Galesong

Kapal Penambang Pasir Terkait rencana penambangan pasir laut di wilayah perairan Galesong Utara, Galesong, dan Galesong Selatan. Kami khawatirkan aktifitas penambangan pasir di laut ini bisa mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan hidup di wilayah perairan. Penambangan pasir di laut merupakan salah satu aktivitas yang dilarang. Aktivitas ini melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 (revisi atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007) tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Pelarangan penambangan pasir baik di wilayah pesisir maupun di wilayah pulau-pulau kecil bukan tanpa alasan. Aktivitas ini memiliki efek/dampak negatif diantaranya : 1. Penambangan pasir laut menyebabkan tingkat kekeruhan air laut sangat tinggi. Keruhnya air laut akan berdampak pada terumbu karang sebagai habitat pemijahan, peneluran, pembesaran anak, dan mencari makan bagi sejumlah besar organisme laut, terutama yang memiliki nilai ekonomis penting. jika terumbu karang tercemar, kema...

April Yang Basah

Sore ini saya mau menulis, entah apa saya juga kurang tahu alasannya. Hasrat menulis memang terkadang datang begitu saja. Belum ku tahu bagaimana reaksi kimia yang terjadi hingga tercipta yang dinamakan mood. Mood diserap dari bahasa asing yang kurang lebih bermakna, selera ataupun semangat. Jadi kalau anak-anak milenia zaman sekarang sudah bertitah "saya lagi tidak mood". Maka sebaiknya niat apapun yang ingin ditunaikan bersama oknum yang bertitah itu, urunkanlah. Akhir-akhir ini cuaca lagi tidak menentu. Hujan yang seharusnya sudah jarang kini terkadang tiba-tiba datang berduyun-duyun dari barat. Membasahi kampung kami sejadi-jadinya. Beruntung angin yang bertiup kencang tidak ikut menyertai. Tadi pagi saat terbangun saya tiba-tiba mencari sesuatu yang tidak hadir. Rasa manisnya berniang di pangkal lidahku. Aromanya yang khas semakin menjadikan rasa kehilangan atas kehadirannya di bulan-bulan itu. Langsat kini tak hadir. Anomali iklim sungguh sudah terasa hingga ke kampun...

April Masih Basah

Sore ini saya mau menulis, entah apa saya juga kurang tahu alasannya. Hasrat menulis memang terkadang datang begitu saja. Belum ku tahu bagaimana reaksi kimia yang terjadi hingga tercipta yang dinamakan mood. Mood diserap dari bahasa asing yang kurang lebih bermakna, selera ataupun semangat. Jadi kalau anak-anak milenia zaman sekarang sudah bertitah "saya lagi tidak mood". Maka sebaiknya niat apapun yang ingin ditunaikan bersama oknum yang bertitah itu, urunkanlah. Akhir-akhir ini cuaca lagi tidak menentu. Hujan yang seharusnya sudah jarang kini terkadang tiba-tiba datang berduyun-duyun dari barat. Membasahi kampung kami sejadi-jadinya. Beruntung angin yang bertiup kencang tidak ikut menyertai. Tadi pagi saat terbangun saya tiba-tiba mencari sesuatu yang tidak hadir. Rasa manisnya berniang di pangkal lidahku. Aromanya yang khas semakin menjadikan rasa kehilangan atas kehadirannya di bulan-bulan itu. Langsat kini tak hadir. Anomali iklim sungguh sudah terasa hingga ke kampun...

Maret dan Panen

Suasana panen menggunakan mesin pemotong padi modern Akhir maret saat matahari tepat di atas ubung-ubung masyarakat yang tinggal di wilayah katulitiwa bumi. Saat matahari bersinar sejadi-jadinya, walaupun terkadang masih ada sisa-sisa hujan bulan maret. Kesibukan melanda masyarakat di negeri agraris ini, tak terkecuali di wilayah pertanian di kampung halamanku - Galesong. Masih tersisah beberapa ribu hektar tanah pertanian dari serbuan pengembang perumahan. Ada gairah yang menyenangkan saat melihat para petani lalu-lalang mengakut berkarung-karung padi dari ladang. Tumpukan karung-karung putih besar tergeletak di pematang, ada juga yang sedang diangkut menggunakan mobil menuju pengepul. Beberapa tahun terakhir, ada nuansa berbeda dalam pola gerak petani di daerahku. Dahulu sekali saat musim tanam tiba, pemandangan aktifitas menanam yang bersemangatkan gotong royong masih kental terlihat di ladang persawahan. Masyarakat membantu satu sama lain dalam aktifitas menanam bibit demi b...

Rakyat Tenang, Elit Tegang.

Susana acara masyarakat Jika melihat perilaku masyarakat secara umum di kabupaten Takalar setelah pelaksanaan Pilkada 2017 maka patutlah sekiranya kita bersyukur. Meski ada sedikit tensi yang terkadang timbul tetapi kemungkinannya tidak berlangsung lama. Masyarakat juga memiliki kecenderungan untuk menerima hasil pilkada yang telah dilaksanakan. Beberapa hari terakhir ini saya sering bercengkrama dengan keluarga dan tetangga yang memiliki pilihan politik berbeda. Walaupun mereka sedikit minder dan masih kadang berubah mood secara tiba-tiba jika pembahasan beralih ke topik pilkada. Tetapi itu tidak lebih dari pengaruh fisikologis musiman, karena sungguh tidak ada kekalahan yang nikmat, hehehehe. Masyarakat kembali melaksanakan rutinitas seperti biasa, dan saya rasa aroma persaingan dan ketegangan karena perbedaan pilihan itu akan menguap seiring berjalannya waktu. Entahlah, tetapi mungkin masyarakat kecil memang tetaplah menjadi komonditi politik yang selalu menjadi korban...