Skip to main content

Posts

Istriku Sayang

Tanggal 25 november nanti genap sudah setahun kita mengarungi bahtera rumah tangga. Pahit manis berkeluarga mungkin belum banyak kita rasakan. Proses belajar untuk saling memahami terus kita upayakan tiap waktu. Sekarang kamu telah mengandung istriku. Tubuh mu sedikit mangalami proses yang sebagai mana yang ibu hamil rasakan. Keluhan sakit perut, pusing kepala, dan munta-munta, membuatku khawatir serta ibah yang semakin menambah tebal cinta ini. Kusadari bahwa aku belum menjadi sosok yang bisa diandalkan. Menafkahimu masi menjadi momok yang jauh dari harapan. Usaha yg kita tunaikan belum juga menemui keberhasilan. Fisikku yg akhir-akhir ini juga masih terganggu mungkin menambah beban mental mu. Sayang, pupuklah terus nilai luhur dari sebuah proses yang bernama sabar, tarus hingga kamu akan sampai pada sinar-sinar keberhasilan, sayang berikan sedikit ruang maaf untukku di hatimu.

Ahok Made In Indonesia

Sekarang sudah 8 november, empat hari lalu ratusan ribu massa melakukan unjuk rasa dihampir seluruh kota besar di Indonesia untuk menyuarakan tuntutan proses hukum yang tegas dan cepat terhadap isu penistaan agama yang dituduhkan kepada Basuki Cahaya Purnama. Gubernur Jakarta pelanjut Joko Widodo ini melontarkan kalimat yang dianggap tidak pantas ketika melakukan kunjungan kerja ke Kepuluan Seribu di selat Jakarta. Ahok sebagai mana ia sering dipanggil dianggap telah melakukan tindakan yang melampaui batas kewenangannya sehingga ditengarai harus segera diproses secara hukum. Peristiwa ini bermula ketika seseorang mengupload video Ahok yang sedang berbicara di depan masyarakat secara tidak terkontrol mengucapkan rangkaian kalimat yang mengomentari perihal penggunaan sebuah ayat (Al-Maidah, ayat 51) dalam kita suci milik umat Islam itu. Video yang di upload oknum berinisial BY itu menjadi viral dan menjadi sumber perbincangan di masyarakat. Banyak opini serta pendapat yang bermuncula...

Membunuh Waktu

Sudah hampir dua jam menunggu di PMI pusat Makassar, menunggu perintah dari rumah sakit. Tante dalam proses operasi pengangkatan tumor di kandungannya. Membuat suasana hidup dalam proses menunggu adalah bagian dari olah latih kesabaran. Mungkin seperti inilah hidup, terkadang waktu harus dibunuh untuk kepentingan orang lain. Seperti kata para cendikia, hidup bukan sekedar hidup, hidup yang berarti yang bisa berguna bagi sesama. Tv layar datar sebagai papan informasi digital terpampang di atas sebuah jendela kecil tempat dara dari lab di keluarkan. Saya duduk di kursi tunggu berjejer dua baris tepat di depannya. Musik akustik latar belakang animasi di layar informasi sedikit menghidupkan suasana. Pilihan seni yang pas sungguh sangat berperan dalam proses menunggu. Pengunjung mulai berdatangan, ada yg bernasib seperti ku, ada pula yang dalam tahap menunggu dara. Raut yang beraroma pengorbanan dan harapan. Hidup seseorang mungkin bisa saja bergantung dari rangkaian proses menunggu i...

Aku Bukan Kijang, Kamu Bukan Robocop

Bercerita perihal ketertiban umum di kota Makassar maka topik utama untuk beberapa bulan belakangan tak jauh dari persolan tindakan kriminal yang ditunaikan oleh sekelompok orang (kalau anda sudi menyebutnya demikian) dengan mengandalkan hukum fisika dasar, teori newton ke 2 dan 3. Ketapel, kalau bukan parang. Parang, kalau bukan ketapel. Terjadi satu dua kali dalam sebulan mungkin bisa dikatakan intensitas normal meskipun dalam tatanan keamanan dan standar yang ciamik itu tidak bisa dikatakan zero incident . Ia maksud saya keter-begal-an ataupun pem-begal-an yang berlangsung hamper tiap hari sungguh begitu menyita pikiran bagi kaum pemikir. Ada anekdot baru dari teman nongkrong gue yang sering menyangkut pautkan tindak criminal begal di Makassar ini supaya terkesan lebih mendunia, kan kota kota dunia. “menurut data yang  dilansir PBB, setiap lima detik ada satu pembegalan     yang terjadi di Makassar”   Katanya nyinyir bangga. Menyebarkan berita seperti ini ...

Pelecehan Seksual

Aku tahu, kalian pasti akan membaca tulisan ku ini karena judulnya, tapi tenang saja dan silahkan terus membaca, mungkin kalian akan sedih, benci atau tertawa tapi itu kembali kepada pikiran kalian simmasing gais. Saya tidak tahu apa-apa, ilmu sosial, ilmu sipil atau bahkan prinsip ekonomi. Saya hanya seorang manusia yang senang ke-sok tahuan, bersemangat jika disuruh berkomentar, dan seperti itulah aku. Berbicara tentang tata kota dan kehidupan masyarakat, apa ku tahu? Kalau bukan pengalamanku menggunakan sarana transportasi ibu kota Jakarta, mana berani saya berkomentar. Menaiki kereta listrik jurusan Bekasi-Jakarta pada sebuah pagi di hari senin bulan februari. Masih jelas diingatan, masih sejuk di pikiran, aroma ketergesa-gesaan. Aku terjepit diantara onggokan manusia pekerja yang memilih mode transportasi kereta menuju Jakarta. Tubuhku tersangkut di dalam ruangan kereta yang membludak, di belakang seorang wanita muda. Bagian tubuhku menempel di bagian tubuhnya. Aku tak berniat...

Menyambut Yang Baru

Selamat menyambut tahun baru versi masehi. 2014 yang hangat, aroma hembusan musimnya membuatku kesemsem. Gelar sarjana yang bertahun ku susun, terwujud pada akhirnya di tahun ini. Semerbak bulan demi bulan, rasa khawatir dan duka serta tawa-tawa yang mengudara, terbang ke utara kemudian naik tepat di atas samudera harapan. Bolehlah dikau menitipkan citamu di tahun esok, anak muda memang pantang berlutut tangis di selasar duka. Kini episode dari sinetron hidup tak bisa lagi berkiblat pada rating khalayak penonton. Ada pacuan Mustang di seberang laut. Sekarang mungkin tempurung masih indah di atap-atapnya, Katak kece yang doyan di zona nyamannya haruslah kuat menerpa angin. Meloncat laksana Menjangan walau sebenarnya ia tetaplah Katak. Berjingkrak, terguling, dan biarkan slogan Rinso bahwa “kotor itu baik” menstabilokan baris-baris kalimat sukses mu. 2015, pemuda kampung dalam dialek Inggris. Intonasi harus meng-indonesia dan attitude yang dalam bahasa melayu disebut perilaku, h...

Selasar Barat Daya

Mata pekat, merah di tepian bolanya. Mungkin sempoyongan saban hari dipecundangi polusi Jakarta. Separuh jalan MH. Tamrin adalah tiga puluh menit yang romantis. Jalan kaki menyusuri selasar barat daya Monumen Nasional. Semoga keringat dan semangatku bernilai ibadah, aamin.