Mata pekat, merah di tepian bolanya. Mungkin sempoyongan saban hari dipecundangi polusi Jakarta. Separuh jalan MH. Tamrin adalah tiga puluh menit yang romantis. Jalan kaki menyusuri selasar barat daya Monumen Nasional. Semoga keringat dan semangatku bernilai ibadah, aamin.
Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.
Comments
Post a Comment