Skip to main content

Ramadan Kenangan




Bulan Ramadan, bukan sekadar bulan dibukanya pintu-pintu ampunan di langit, tapi juga bulan yang membuka banyak kotak kisah yang tertinggal di labirin-labirin waktu.

Bagi saya dan tentunya banyak umat Muslim di dunia, Ramadan adalah gerbang memori yang mengantarkan kita pada nostalgia masa lampau. Kenangan yang terukir, tawa dan canda yang mewarnai, hingga pilu yang membekas.

Bagi mereka yang beranjak remaja, Ramadan membawanya kembali ke masa kanak-kanak di kampung halaman. Kenangan tentang ngabuburit bersama teman, bermain petasan, atau sekedar berebut takjil di masjid.

Bagi dia yang beranjak dewasa, memori tentang bulan Ramadan adalah momen reuni dengan sahabat karib. Mengaji bersama, tarawih berjamaah. Kenangan tentang persahabatan dan kebersamaan yang sulit terganti.

Bagi mereka yang menua, Ramadan menghadirkan kenangan tentang keluarga. Tentang suasana rumah, Tentang sosok orang terkasih yang pergi mendahului. Anak-anak yang tumbuh dewasa, dan kebersamaan di meja makan saat sahur. Kenangan yang selalu berhasil menghangatkan hati, dan menghadirkan haru dan pilu.

Ramadan akan selalu seperti itu, hadir memanggil kembali begitu banyak kenangan. Kenangan yang membentuk siapa aku dan kamu saat ini. Kenangan yang membuat kita bersyukur, bersedih, dan belajar untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik.

Comments

Popular posts from this blog

Celengok

Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.

Tarwi Pertama

Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...

Obat Insomnia

Hari ini aku insomnia, berenang di laut adalah pilihan terbaik untuk mengobati ini semua. Banyak kerunyeman yang menggantung bebas dalam pikiran. Laut hari ini nampak jernih tak ada dosa. Aku mulai jenuh dengan keadaan yang mewarnai hari-hariku di kampus. Mungkin satu jam bersenyawa dengan mineral di lautan akan membuat tubuh menjadi sedikit santai.