Skip to main content

Kepiting Merindukan Bulan

Tak selamanya selingkuh itu indah, maaf sebelum bicara lebih jauh kalian harus tahu saya tidak akan bicara tentang selingkuh, dkk.
Aku punya akun twitter, setiap lagi boring atau tidak ngerjain tugas aku sering twitteran. Motto saya dalam bertwitter "140 karakter yang mewakili makna". Aku usahakan menulis kalimat paling pendek yang bisa bermakna. Paling berbunga-bunga hatiku saat twittku di retwitt.
Pernah suatu masa diera pertwitteran aku me-replay twitt dari Mbak Mutia Hafids (reporter Metro TV) pake logak makassar, ehh ternyata aku-nya di-mentions. Aku juga pernah me-replay twitt yang berbau intimidasi khas Ahmad Dhani Prsetyo, selang beberapa menit mentions mas Dhani uda nongol. Bangga juga jadinya.
Itulah cerita membahagiakan selama berkicau di twitter. Tapi ada juga berita yang melukai mood. Paling tidak enak kurasa saat aku me-replay twitt teman trus ga di bales-bales, sombongnya minta ampun. Ada juga orang kalau di replay twittnya malah ngomel, kita dituduh iseng. Tidak tahu siapa yang iseng, saya me-replay karna membaca twitt-nya yang beraroma galau.
Ada yang masih membuatku gregetan di twitter, selama ini aku belum pernah nongol jadi top
 trends. hehehe... terlalu berimajinasi kayaknya.. "bagai kepiting merindukan bulan".

Comments

Popular posts from this blog

Celengok

Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.

Tarwi Pertama

Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...

Obat Insomnia

Hari ini aku insomnia, berenang di laut adalah pilihan terbaik untuk mengobati ini semua. Banyak kerunyeman yang menggantung bebas dalam pikiran. Laut hari ini nampak jernih tak ada dosa. Aku mulai jenuh dengan keadaan yang mewarnai hari-hariku di kampus. Mungkin satu jam bersenyawa dengan mineral di lautan akan membuat tubuh menjadi sedikit santai.