Skip to main content

Di Pagi Ini

Tuhan, aku mulai mengerti skenario yang Engkau tulis. Aku paham dengan kehendak Mu. Dan aku jalani semua takdir yang telah mendidik aku untuk meyakini ke esahan Mu menjadi sepenggal kekuatanku.
Aku terlahir seorang diri, matipun demikian, hakikat kekasih terbaik ada pada Muh. Dentuman-dentuman kecil dalam hatiku yang serinku kudefenisikan sebagai cinta, tidak lain dan tidak bukan adalah bisikan mu pada ku. Kau tak ingin melihatku seperti orang biasa yang menikmati hidupnya selayaknya orang biasa. Sempat kuragukan keadailan Mu, sempat kuragukan firman Mu. Tapi semakin kujalani itu semakin kuyakin akan diri Mu.
Dulu sebelum aku merasakan dentuman-dentuman kecil dalam hatiku aku hanyalah orang sederhana, kecil, dan duduk manis di sudut sana. Aku tahu setiap hidup memiliki tahap, dan aku tahu tahapan untuk dentuman itu cukup sampai disini.
Sekarang aku harus mulai mendefnisikan apa itu TAKDIR. Aku yakin Engkau menyimpan segala jawaban Mu yang aku butuhkan di susunan enam huruf itu. "Maaf Tuhan aku ingin bertanya, bisaka aku meminjam kekuatan Mu. Kekutan mu yang berwujud ke-SABAR-an". Engkau pasti meminjamkan untuk hambamu yang peminta ini.
Tuhan aku menghaturkan beribu maaf karena pagi ini aku terlalu banyak menyebut nama Mu. Aku hanyalah hamba.
Kalau bukan sekarang kuyakin Engkau tak akan memberikan ku lagi kesempatan. Aku harus memulainya dari sekarang, di pagi ini.

Comments

Popular posts from this blog

Celengok

Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.

Tarwi Pertama

Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...

Obat Insomnia

Hari ini aku insomnia, berenang di laut adalah pilihan terbaik untuk mengobati ini semua. Banyak kerunyeman yang menggantung bebas dalam pikiran. Laut hari ini nampak jernih tak ada dosa. Aku mulai jenuh dengan keadaan yang mewarnai hari-hariku di kampus. Mungkin satu jam bersenyawa dengan mineral di lautan akan membuat tubuh menjadi sedikit santai.