Skip to main content

Posts

Palingkanlah Wajahmu

Dan panas matahari pun tak bercanda. Partikel udara semakin liar, kadar kelembaban semakin menjadi. Ini bukan persoalan cuaca, ada beban dalam sukma yang menambah tegangnya alur drama ini. Kulihat sosok penyesalan, ia tersenyum, “belajarlah dan palingkan wajahmu dari ku” ucapnya seraya wujudnya tengelam dilumat kesadaran. Aku paham betul bagaimana takdir telah tertulis, aku juga tahu bahwa ini bukanlah kebetulan. Asap kayu bakar yang sedari tadi mengepul dibakar jiwa di muka rumah kini bersatu dengan sosok penyesalan yang menghilang tadi. Masuk kedalam rongga pernafasan yang mulai bingung dengan iramanya. Aku batuk, keluarlah nikmat itu. Ini seperti apa yang seharusnya terjadi tapi yang tak aku inginkan. Ia berlalu dan nimatnya kusadari baru. Semacam pahit kopi yang membuat rindu, terkadang tak kau tahan tapi harapan seperti itulah yang kau harapkan.

:)

Tak beranjak meninggalkan sisa hidupnya yang serba kekurangan, Navil masih menganggap bahwa semua ini adalah cobaan. Ia menghela sedih hanya untuk secerca senyum terpaksa, menerawang mata kanannya yang dengan menutup yang kiri. Ia tersadar penglihatannya berkurang, ia takut akan semua kemungkinan. "jika tuhan menulis takdir dalam susana bercanda maka semoga setelah ia lekas tertawa" - Navil tak pernah mau bergumam sehina itu. Kembali ia tersadar, tuhan adalah sebaik-baiknya yang maha tahu. Tak ada alasan bagi Navil untuk menyalahkan takdir, ia tak pernah menyesal pernah terlahir. Mentari terbit tiap harinya dan pepohonan meniupkan udara baginya untuk bernafas, Navil bersyukur semampu dengan apa yang terbaik.

Tak Mengumpat

Tak perlu kita mengumpat jika rasa telah menemui ajalnya, semua yang ada terkadang akan tiada. Biarkan ia berirama sesuai pola nada yang dirangkai komproser. Kita tanpa kata mencoba menyimpulkan, kita tanpa ilmu banyak bicara. Ada setitik hal yang bisa dirangkai sebagai sebua makna. Betapa rugi hidup ini membiarkan semuanya pergi tanpa menyisahkan jejak langka yang menunjuk arah. Jika kembali rasa itu berwujud, perhatikan kesinambungan, semoga kita mampu menilai dengan lebih baik. Membentuk pandangan, menambah referensi, dan melengkapi fuzzel imageku yang hilang. Kusadari, sabar itu luar biasa. Ada dimensi yang tersingkap diujungnya.

Perahu Stik Es Krim

Ada banyak hal dan ada banyak yang bisa diperhal-kan. Kreatifitas manusia adalah galaksi yang mengembang, tak bisa kau bendung. Masyarakat di Galesong sekarang punya hobi baru yang terlahir dari kreatifitas. Beberapa bulan terakhir di Galesong kamu akan menemukan banyak orang terutama pemuda yang membuat perahu miniatur yang terbuat dari bahan stik es krim. Mereka membuatnya secantik dan seapik mungkin. Banyak bahkan yang dipasangkan dinamo sebagai motor pendorongnya. Dibeberapa kesempatan bahkan perahu-perahu kecil ini diperlombakan. Mereka mengadu kecepatan dari perahu yang mereka miliki. Sangat seru, bak balapan Moto GP. Banyak penonton yang akan hadir setiap diadakan perlombaan. Perahu-perahu ini terdiri dari dua bentuk atau jenis. Jenis pertama yaitu dibuat mirip dengan perahu Parengge' (perahu tradisional Galesong) dan jenis kedua yaitu dibuat mirip dengan perahu jenis speed boat. Klik link ini

Tanyalah Aku!

Hanya engkau sendiri yang tahu persis tentang perasaanmu. Kau nahkodai hatimu untuk berlabuh di pelabuhan pada suatu belahan dunia yang mungkin aku tak tahu. Jika engkau merasa aman dan nyaman berlabuh maka kau-pun akan buang jangkar. Pandangi dunia ditempatmu berlabuh, helalah nafas, manis dan kecutnya udara yang kau rasakan kelak engkau akan ceritakan. Gadis, mungkinkah ada langkah yang tersisah? Mungkinkah cerita yang kau tinggalkan bisa kujadikan manivesto dalam pustaka perasaan yang remuk redam? Hentakan langka yang menggema menjauhi celah sempit tebing hati. Tanyalah aku jika kau sudah lelah.

Hoam

Tak menyalahkan keadaan, tak menyalahkan waktu. Terlalu banyak yang mesti ditanggung jika hanya menyimpulkan siapa yang salah. Kajian masa yang selalu berlalu membawa ke keadaan seperti sekarang. Yang kau cari tak mesti kau dapatkan. Yang kau inginkan sepertinya tidaklah kau miliki tetapi semoga Tuhan masih menganugerahkan apa yang sebenarnya kau butuhkan. Jika sesal yang selalu dipikirkan, kupikar ada gunanya tetapi tak bermanfaat. Berubah dan menjadi seperti yang lain inginkan tak akan membuatmu jadi lebih baik. Teruslah melihat dengan mata hati kebenaran yang ber-Tuhan. Dengarkan bisikan kalbumu dan lihatlah disekitar, mungkin ada makna yang akan tersingkap.

V01

Saya belum menemukan konsep yang ngepas banget, masih mengapung di dunia teori. Bergelut dengan hukum sebap akibat atau apalah itu yang mewakili isi pikiranku sekarang. Mungkin kita angkuh atau sistem yang terlalu mengadopsi dan meninabobokanku. Ucaplah....