Skip to main content

Posts

V01

Saya belum menemukan konsep yang ngepas banget, masih mengapung di dunia teori. Bergelut dengan hukum sebap akibat atau apalah itu yang mewakili isi pikiranku sekarang. Mungkin kita angkuh atau sistem yang terlalu mengadopsi dan meninabobokanku. Ucaplah....
Lamanya juga tidak berokkots ria di blog, lagi malas aja menari di atas pentas perblogkan. Pada kesempatan ini aku ingin sekali menceritakan tentang perjalanan saya selama seminggu dengan PELNI dariujung timur Indonesia (Timika-Papua) menuju ke kampung halaman (Makassar)

Bersuku dan BerIndonesia

"Dari sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote" itulah defenisi Indonesia waktu ku kecil dulu. Membentang ribuan kilometer dipermukaan bumi dengan georafi yang bermacam rupa. Indonesia negeri yang lahir dari cerita panjang masa lalu. Indonesia dengan manusianya yang beraneka rasa dan bentuk dara. Sudah sepantasnya kita yang merasa ber-Indonesia memanjatkan pujian untukNya sang Pencipta. Dan pada suatu cerita kutemukan bahwa keaneka ragaman yang Tuhan anugerahkan bukanlah kebaikan bagi sebagian orang. "orang Jawa itu palla nyawa, orang Bugis itu penakut, orang Papua itu olo-olo" begitulah sepenggal pesan orang tua dari masa lalu. Dan aku tumbuh menjadi manusia yang rasis setidaknya sampai aku mengerti tentang "Bhine Tunggal Ika" di bangku SMP dulu. Entah mengapa orang tua dulu begitu sempit dan sering tampil arogan dengan kesukuannya. Dibeberapa sumber sejarah telah kutemukan cerita tentang strategi kompeni merorong nusantara. Para ...

Secercah Sinar

Telah mengalami perkembengan pesat pada skala yang lebih kecil, skripsiku kini telah melaju dari titik kebuntuan ke titik gairah berselerah. Tak ada lagi galau yang merona dan demam berfikir itu kembali normal. Minggu ini aku yakin bias asistensi perdana selama tidak ada aral yang melintang. Waktu mau asistensi dua hari lalu aku ditolak karena aku tidak membawa tulisan apa-apa. Itu lebih cocok dikatakn diskusi tak berarah dari padaa sistensi.

Surat Untuk PT Freeport dan SBY

Semua korban insiden runtuhnya tambang bawah tanah (Big Gossan) PT Freeport Indonesia (PTFI) di kabupaten Mimika, Papua telah berhasil dievakuasi. Terdapat 28 korban tewas dan sisanya mengalami luka berat dan ringan. CEO Freeport pusat dan President Direktur PTFI dipanggil menghadap ke Jakarta untuk melaporkan hasil temuan terhadap peristiwa yang terjadi. Menilik kebelakang sekitar sebulan, saat itu aku masih menjalani program Kerja Praktek di wilayah kerja PTFI. Saya dan seorang teman melakukan survey geolistrik di overburden tambang terbuka Grasberg . Dan beberapa ratus meter di bawah tambang terbuka, di sebelah tenggara Grasberg disitulah Big Gossan berada. Untuk bisa ke Grasberg yang berada di ketinggian +3700 meter maka PTFI membuat kereta gantung atau lebih dikenal dengan sebutan tram. Tram menghubungkan Mile 74 di pengolahan konsentrat PTFI ke Gunung Biji Timur (GBT). GBT adalah bekas tambang terbuka (Estberg) pertama PTFI yang sudah di pensiunkan. Pekerja yang b...

Keringat Dingin

21 Mei 2013. Masih seperti yang kemarin, mentok pada samudera skripsi yang tak berujung. Ku mulai dengan semangat dan ku akhiri dengan kata "tamat" walau kenyataannya tak pernah bergerak dari titik. Sepotong manisnya mahasiswa akhirnya kurasakan, menggalau dalam orbit. Skripsi tak mau membumi dan entah mengapa iya betah di angan-angan? Ku rasakan ini bukan beban, ku rasakan ini tak berwujud siksaan tetapi saya curiga inilah yang dimaksud garis imajiner yang menghubungkan antara rasa dan karya. Terpaku meski ku lihat diriku ternyata sedang terbang. Terbelenggu, tetapi langkah ku menuju keterhinggaan. Oh Tuhan...!