Skip to main content

Posts

Titik Kritis

Suasana ekonomi keluargaku mencapai titik kritis, aura di rumah menjadi semakin tidak harmonis. Ibu terkadang marah tanpa alasan, ayah yang sudah diperbudak cerutu tak mau tahu. Kesulitan keungan senan tiasa melanda keluarga nelayan miskin seperti kami. Tak banyak yang mesti kami penuhi tapi tetap kekurangan diberbagai sudut hidup melanda, entah dari mana hilir masalah ini berasal Tak ada struktur keungan tak ada penghasilan tetap yang bisa diandalkan. Seperti halnya bentuk bui di lautan yang tiap hari berubah begitulah perwujudan kehidupan kami. Menjalani semuanya tanpa ketidak pastian. Inilah masalah ekonomi tingkat dewa yang menikam dan mencabit ketenangan dari ibu dan ayah. Bulan November yang bekerja sama dengan La Nina mengangkat mineral-mineral dari dasar lautan- Upwelling. ini semua gara-gara arus dari laut Banda yang bercumbu di selat Makassar dengan arus dari Pasifik. Ikan-ikan dalam jumlah tak terbayangkan berkumpul di sekitar daerah tangkapan, nelayan kebanjiran ikan imbasn...

Hari yang Cerah. by Peterpan

pagi biar kusendiri    jangan kau mendekat    wahai matahari  dingin hati yang bersedih tak begitu tenang mulai terabaikan  hari yang cerah untuk jiwa yang sepi  begitu terang untuk cinta yang mati  ah... ku coba bertahan dan tak bisa   biru langit kelabuku  tak begitu luas seperti memudar kini tak terulang lagi di hari yang cerah dia telah pergi   hari yang cerah untuk jiwa yang sepi  ahh... ku coba bertahan dan tak bisa  ahh... mencoba melawan ku lepas  hari yang cerah untuk jiwa yang sepi...  begitu terang untuk jiwa yang mati  hari yang...

Efek Samping

Gawat darurat. Terima kasih untuk sahabat ku yang manis-manis yang telah memberiku gelar "lelaki cadangan" . Aku harus terima gelar yang kalian berikan sebagai hinaan atau tanda mata dari kepedulian?. Untungnya aku adalah mahluk demokratis yang ditakdirkan bertemu dengan sahabat-sahabat suka ngerocos seperti kalain. Cukup pedis gelar yang kalian sematkan tapi itulah diriku yang sedikit koslet, Thanks for your advices !. Untuk menanggapi bualan kalian cukup dengan senyuman dan sedikit jurus ngeles. Ibarat Beruang kutub, kalian Beruangnya dan aku lah kutubnya. Semua hinaan akan bermuara pada ku karena akulah kutubnya. Cukuplah kalian indah bak aurora yang menari dalam kegimbiraan sabang hari yang kalian isi untuk ku. Ya itulah kalian dengan segalah efek samping yang kalian miliki. Good bless for all, you are always in my heart!

Good Night

Devinisi begadang? Tidak ada kata sehat, kepala mulai kaku dan mata berkedip tak berirama. Temperatur kepala seenak hati meningkat menyalahi prinsip termodinamika. Detak jantung berlari kencang lalu secara tiba-tiba terkapar ngos-ngosan di bawah jam dinding yang angkuh. Tumpukan buku perlahan menjadi pemandangan yang tak menarik lagi untuk dipandang. Siaran televisi pun mulai tak bersahabat untuk usia dibawah tujuh belas tahun. Pukul dua pagi tak lagi menjadi masa yang sakral untuk segala masalah metabolisme yang melandaku. Tersemat gelar insomnia di embelan seragam malam yang masi setia melekat di badang yang kurus rapuh ku. Entah alasan apa yang bisa kutarik untuk gejala anak muda kurang kerjaan yang melandaku. Aku sudah tak tersinggung dengan lagu dangdut bang Oma, aku seperti mati rasa dengan jam biologis dan aku masi terjaga. Begadang, bagaimanapun bentuknya akan tetap menjadi pelatuk untuk segala ketimpangan kesehatan anak cucu Adam. Good Night everi body, time to sleep

Film Negeri 5 Menara Ep. 4 - Semangat Man Jadda Wajada

Kekasihku Engkau adalah Tuhan

Pagi ini Engkau membuka mata hatiku lebar, mencungkil lalu Kau ganti mata itu dengan alat pendeteksi yang alarmis. Saya jadi teringat pada benih-benih kebohongan. Sadar akan marabahaya yang sedang asik ngopi di atas sana, mengintai dan siap dengan segalah celah yang ada. sebagai kekasih yang setia Engkau telah melakukan yang seharusnya Kau lakukan, mengingatkan ku saat kumulai lupa dan membuatku melupakan apa yang seharusnya tak perlu saya ingat. Bukti cintamu adalah menemaniku disaat aku terlelap tak berdaya dirangkul malam sampai sang mentari terlahir. Engkau tahu apa yang aku suka dan apa yang akan membuat segalah rupa kegembiraanku pecah berkeping-keping. Pagi ini Engkau kembali menyadarkan aku tentang marabahaya, menuntunku kejalan yang Kau anggap sungguh menyimpan kebenaran. Dengan mimik muka yang seperti biasanya Engkau menamparku lalu memelukku. Kau perlihatkan apa yang mesti saya lihat dan mengajarkan aku tentang alasan dan bualan. Kekasihku Engkau adalah Tuhan dan memandangi ...

Reconciled with The Soldiers

Banyak hal yang indah, banyak hal yang unik dan banyak hal yang tak terduga. Pagi ini ketika aku menikmati nyanyian alam di suatu sudut kampus merah yang mendadak telah menjadi markas Brimob. Suasana kampus yang masi sunyi senyap menambah syahdu raungan nyamuk got yang hitam. Kulihat diatas sana, di bawah rindang pohon randu sekumpulan PELOPOR berpakain hijau tai Sapi lengkap dengan AK47-nya menikmati tiap detik yang berlalu dengan tujuan muliah. Satu diantara mereka mendekatiku dengan AK47 ditangan kanannya dan sebuah gitar di tangan kirinya. Mencairkan susana dengan satu syair lagu dari Slank "Ku Tak Bisah", aku turut larut dalam syair dan mencoba menggali teknik menyanyiku yang telah terkubur. Diam-diam aku tak mau kalah dengan manusia berbaret yang nongkrong di sebelahku. Alam namanya, dari kesatuan Brigade Mobil Pa'baeng-baeng. Kami secara tiba-tiba telah akrab, dari caranya memitik gitar dan mengalungkan lagu maka segerah kutahu ia adalah seorang seniman ulung hasil...