Kakek-nya kakek-nya kakeknya kakek-ku adalah seorang nelayan. kakek-nya kakeknya kakek-ku adalah seorang nelayan. kakeknya kakek-ku adalah seorang nelayan. kakek-ku adalah seorang nelayan. Aku adalah seorang anak nelayan yang berprofesi sebagai mahasiswa semester VII yang berusaha mengubah jalan cerita garis keningratan seorang nelayan dari kakek buyut-ku. Aku seperti seorang Penyu hijau yang nongkrong di emperan jembatan di ujung pulau Penyengat. Empat kakinya merontah-rontah menuju samudera, kepalanya ngangguk-nganguk mewakili usahanya. Lautan luas menunggunya tapi tak menjanjikan senyum persahabatan, dan tak pula menawarkan salam perdamaian. samudera ibarat semester delapan yang penuh tanda tanya, oh salah. semester tujuh maksudku. Nelayan bukanlah air tubah yang pahit, bukan pula air susu yang bersenyawa dengan madu yang bisa dikategorikan nikmat. Profesi sebagai Nelayan bukanlah suatu kutukan yang patut diratapi dengan emosi kepada Tuhan, berprofesi sebagai nelayan adalah kerjasam...