Skip to main content

7 Turunan 13 Tanjakan, Aku Anak Nelayan

Kakek-nya kakek-nya kakeknya kakek-ku adalah seorang nelayan.
kakek-nya kakeknya kakek-ku adalah seorang nelayan.
kakeknya kakek-ku adalah seorang nelayan.
kakek-ku adalah seorang nelayan.
Aku adalah seorang anak nelayan yang berprofesi sebagai mahasiswa semester VII yang berusaha mengubah jalan cerita garis keningratan seorang nelayan dari kakek buyut-ku. Aku seperti seorang Penyu hijau yang nongkrong di emperan jembatan di ujung pulau Penyengat. Empat kakinya merontah-rontah menuju samudera, kepalanya ngangguk-nganguk mewakili usahanya. Lautan luas menunggunya tapi tak menjanjikan senyum persahabatan, dan tak pula menawarkan salam perdamaian. samudera ibarat semester delapan yang penuh tanda tanya, oh salah. semester tujuh maksudku.
Nelayan bukanlah air tubah yang pahit, bukan pula air susu yang bersenyawa dengan madu yang bisa dikategorikan nikmat. Profesi sebagai Nelayan bukanlah suatu kutukan yang patut diratapi dengan emosi kepada Tuhan, berprofesi sebagai nelayan adalah kerjasama antara perjuangan yang indah dengan melupakan penderitaan secara otomatis. begitu adil Tuhan...
Aku hanya bagian kecil dari garis keturunan yang bertakdir beruntung, bisa menginjak koridor ilmu pengetahuan dan sampai di semester tujuh adalah sebuah pencapain yang amat harus disyukuri. Aku seperti berlian Afrika yang amat berharga dalam beberapa garis darah keluargaku di masa lalu. Ada pertanyaan yang membanggakan setiap aku mudik yang seluruh kampung ajukan. "kuliah dimana?". "semester berapa?" atau ia mengajukan pertanyaan ekstrim "cewek-cewek kuliahan banyak yang cantik ga?. Mohon dimaklumi pertanyaan-pertanyaan orang-orang di kampung ku, terlalu naif otak dan mata mereka gara-gara bercinta dengan ikan dan air laut setipa harinya.
Kakek-nya kakek-nya kakeknya kakek-ku adalah seorang nelayan.
Kakek-nya kakeknya kakek-ku adalah seorang nelayan.
Kakeknya kakek-ku adalah seorang nelayan.
Kakek-ku adalah seorang nelayan.
Ayah-ku adalah seorang nelayan.
Dan bahkan teman-teman, kampung, bahkan rumah, WC umum, jalan setapak, pepohonan di kampungku adalah nelayan. begitu fantastis

Comments

Popular posts from this blog

Celengok

Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.

Tarwi Pertama

Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...

Obat Insomnia

Hari ini aku insomnia, berenang di laut adalah pilihan terbaik untuk mengobati ini semua. Banyak kerunyeman yang menggantung bebas dalam pikiran. Laut hari ini nampak jernih tak ada dosa. Aku mulai jenuh dengan keadaan yang mewarnai hari-hariku di kampus. Mungkin satu jam bersenyawa dengan mineral di lautan akan membuat tubuh menjadi sedikit santai.