Skip to main content

Nikotine si Gadis Rusia


Aku lahir hari senin, 7 Muharram 1411 tahun Islam. Jika diakumulasi usiaku tidak kurang dari 21 tahun. Aku terlahir dari Ibu tamatan SD dan ayah yang tak tamat SR. Jelas dan kupahami gaya hidup dua orang cikal bakal kehidupanku ini. Ayahku yang sejak puber pertamanya telah menikmati asap daun tembakau. Menghirupnya seperti candu, tak terpatrikan kepuasan yang dirasakannya. Sebatang Cerutu yang diimpor oleh pedagang-pedagang berpaham liberalis dari tanah jawa, dihisapnya setiap kesempatan dengan bermacam gaya. Berupa-rupa alasan tak berundang-undang ia ajukan untuk memperkuat kedudukannya sebagai The Real Smoker.
Aku khawatir, IQ ku yang setiap hari berkurang satu digit ini tidak lain dan tak bukan adalah ulah asap tembakau sialan yang dihirup ibu ku sebagai perokok pasif saat aku masi bersemayan di rahimnya. Aku adalah korban ketidak becusan pemerintah mensekolahkan rakyatnya, sehingga gaya hidup Ibu Bapak ku jauh dari standar WHO. Ayah ku yang telah menjadi langganan setia pelanggar Maklumat Daerah perihal merokok di tempat umum. Bayangkan saja kawan, aku telah menjadi jajahan asap nikotin selama dua dekade lebih. Saat aku tak di rumah dan jauh dari hembusan mematikan Cerutu ayah ku, maka aku akan dekat dengan nafas pengat yang juga berasap dari setan-setan kecil penerus sang The Real Smoker- taman kampus ku.
21 tahun menjadi perokok pasif membuat tensiku menuntut, darahku naik dengan cepat, ingin kuhempaskan perokok-perokok itu ke kudus- Kota Kretek. Ingin kubuang mereka ke Surga pecandu nikotin mematikan itu. Tapi satu dari mereka adalah ayah ku dan beberapa bagian lainnya adalah teman-temanku, tidak ada kuasaku untuk melakukan itu.
“MEROKOK DAPAT MENYEBAPKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN” Itulah kalimat bajakan yang terpatrih ditiap pembungkus kretek-kretek terkutuk. Kalau diisinkan, aku iningin menambah kalimatnya. Begini tulisannya lebih bagus,“MEROKOK DAPAT MENYEBAPKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN, KEMISKINAN, DAN PERTENGKARAN DALAM RUMAH TANGGA”. Sudah bukan pemandangan yang mengejutkan, Ayah ku yang pekerja keras dan Ibu ku yang abdi setia, bersilat lidah sebap tiang-tiang ekonomi keluarga goya akibat akselarisi kecepatan pengeluaran yang melesat jauh gara-gara tembakau sialan itu. Keluarga kami adalah contoh nyata dari pepatah usang “lebih besar pasak dari pada tiang”. Ini semua hanya demi membeli produk dari sponsor ajang bulu tangkis Indonesian Open, atau penyokok dana utama dari Indonesian Super League itu.
Aku tahu di Surga umat manusia di halalkan menikmati semua hal yang diharamkan di dunia. Berpesta tuak dahalkan, berpesta seks khas pemain bola sepak negeri Elisabeth-pun tak dilarang, tapi aku tak pernah mendengar kalau-kalau menikmati tembakau di Surga itu diberikan surat izin. Aku berkeyakinan bahwa asap Cerutu yang bernyawakan nikotin, akan tetap saja beracun dimana pun keberadaannya.
Inilah curahan hatiku 21 tahun menjadi perokok pasif. Terkadang aku ingin merubah gelarku menjadi yang aktif, tapi dengan alasan-alasan ku di atas. Aku tidak akan menghianati hak-hak manusia yang bersifat pasif. Aku akan tetap menjadi korban hembusan awan putih yang mematikan dari  lahir sampai dalam liang, Amin.

Comments

Popular posts from this blog

Celengok

Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.

Tarwi Pertama

Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...

Obat Insomnia

Hari ini aku insomnia, berenang di laut adalah pilihan terbaik untuk mengobati ini semua. Banyak kerunyeman yang menggantung bebas dalam pikiran. Laut hari ini nampak jernih tak ada dosa. Aku mulai jenuh dengan keadaan yang mewarnai hari-hariku di kampus. Mungkin satu jam bersenyawa dengan mineral di lautan akan membuat tubuh menjadi sedikit santai.