Skip to main content

Posts

Sondeng

1..2..3.. Mengenalmu dalam beberapa waktu terakhir adalah terlambat, jauh sebelum itu semestinya. Jika kepercayaan adalah sesuatu yang mahal maka mungkin aku telah membuang sesuatu yang paling berharga dalam hidupku. Engkau kecewa dan membuang segalanya, aku sungguh menyesali dan aku bangga padamu telah memilih. Dalam setiap detik adalah sesuatu yang baru dan engkau harus menikmatinya. Saat ini dan saat setelah ini engkaulah yang punya, untuk ku tak perlu. Sungguh aku telah menyadari, rasa cinta dan sayang adalah buah hati, ia ada begitu saja dan ia berpeluang dipetik siapa saja. Hasrat kita untuk memiliki bukanlah sesungguhnya cinta. Rindu dan kesabaran yang kita simpan ditempat terindah dalam keikhlasan adalah CINTA, dalam beberapa kebenaran itulah Ikatan Tuhan yang disebut jodoh.

Menunggu Untuk Berakhir

Pukul 23:00 waktu sekitar ku yang diriku sekarang nimbrung di 119 lebih beberapa koma derajart bujur timur. sensasi ngupil yang kualami terkadang sering datang tiba-tiba, seakan ada motivasi yang aneh jika perasaan itu datang. Maka sama halnya dengan sensasi ngupil, sensasi menulis ku juga demikian. terkadang ia datang seperti saat ini. Sehabis membaca beberapa artikel di dunia maya aku buka beberapa list lagu, "waiting for the end" kulihat ia ada dalam folder yang kuberi nama "barat". Ketika aku putar lagunya, aku semacam berubah jadi seorang Presiden yang di sana sini di demo oleh rakyatnya. Memimpin negeri akbar seperti Indonesia adalah sebuah kebanggaan dan sejarah, tetapi salah sedikit kita bisa serasa jadi daging panggang di mulut Serigala. Menjadi pemimpin berati bertanggung jawab pada diri, yang dipimpin, dan Tuhan sebagai penuntut di hari kemudian. Kita mesti tahu bahwa herarki negara dalam struktur yang kita pimpin adalah kita sebagai komando. Tegas dengan...

Ngobrol "tolo-tolo" Bag II

Orang Indonesia Bagian BARAT: "mahasiswa makassar hobinya cuma anarkis doang" Mahasiswa Makassar: "memang, kami di makassar suka makan Doang (UDANG) makanya kami hebat, punya kulit anti panas jadi kalau domo tdk usah bertedu" Orang Indonesia Bagian BARAT: "nanti kalain sulit dapat kerja di perusahaan karna kalian udah diblacklist sama mereka" Mahasiswa Makassar: "biarmi dhe, bukanji memang cita-cita ku jadi bawahan" Orang Indonesia Bagian BARAT: "sombong banget lho..!!!" Mahasiswa Makassar: "wee sambarang kau bilang, Sombong itu artinya alat kelamin wanita. porno ki memang otak nu kau"

Ngobrol "tolo-tolo"

Mahasiswa: "kami melakukan demonstrasi dalam menyikapi rencana kenaikan harga BBM untuk menunaikan fungsi kami sebagai kontrol sosial" Mahasiwa Murtad: "tapi kenapa pade selalu anarkis?" Mahasiswa: "tujuan kami melakukan domonstrasi adalah menyampaikan aspirasi dan selayaknya itu didengarkan, tapi entah mengapa pemerintah selalu tidak mau diajak kompromi dan malah membenturkan kami dengan POLISI (membawa pentungan) dan TENTARA (membawa senjata)' Mahasiswa Murtad: "tolo-tolo..!!!" Mahasiswa: "iyoo.. ka bapak nu kau PNS ji, saya kodong Nelayan"

"Aku Juga Mahasiswa Pak!"

"Ini buktinya!" Panas penuh emosi di jalan raya kota Makassar, jalan Perintis Kemerdekaan sibuk padat walau belum merayap. Hilir mudik kendaraan pukul empat sore, debu menyesaki dada. SPBU di jalan Perintis Kemerdekaan, depan taman makam Pahlawan Panaikang di jaga ketat oleh anggota TNI. Senjata laras panjangnya yang mengintimidasi, baret yang miringnya tak kenal sudut istimewa. Aku singgah mengisi tangki bensin dengan rasa penasaran. "pak kenapa banyak Tentara di sini?" tanyaku heran kepada petugas SPBU. kulihat petugas itu masi konsentrasi memegang ujung selan, ia melirik ke arah pencatat harga digital yang sudah tak meyakinkan. "ini untuk pengamanan karena banyak mahasiswa demo" jawabnya santai "tadi di jalan Andi Pangerang Pettarani ada SPBU yang dimasuki mahasiswa" lanjutnya. Aku berdiri heran sambil meraih dompetku di kantong celana. Dalam hati aku tersenyum dan berkata "pak gue juga mahasiswa kok"

Aroma Minyak Masa Lalu

"Selama saya menjadi penjual bensin eceran, saya telah mengalami enam kali kenaikan BBM" ujarnya bangga. Pak Amir adalah saksi hidup grafik menanjak dari sisa fosil zaman jurasik. Minyak bumi dari dalam perut kepulauan nusantara yang sejatinya dipersembahkan untuk hajat hidup manusia-manusia Indonesia. Aku masih kecil waktu itu, ketika sore menjelang di saat para nelayan bersiap dengan perahu Katinting berpenggerak mesin bensin. Mengarungi samudera demi menyambung hidup di esok hari. Aku sering disuruh paman membeli beberapa botol bensin dalam takaran tradisional (botol markisa Malino). Masih ku ingat aroma dan harganya, lima ratus rupiah per-botol yang setara lima ratus rupiah per-liter. Jika paman memberiku empat lembar rupiah yang di dalamnya berpose seekor Orang Hutan Kalimantan, aku sudah sempoyongan membawa empat botol yang cukup berat untuk ukuran anak delapan tahun. Membahas belang demi belang, aroma demi aroma, dan teori ekonomi demi ketahanan devisa negara. ...