Pekan lalu, tepatnya 14-15 januari 2017 terjadi peristiwa yang cukup menyedihkan di persepakbolaan tanah air, tepatnya diajang Aqua Danone National Cup 2017 regional Sulawesi selatan. Salah satu SSB yang mewakili zona kualifikasi Kota Bau-bau, yaitu SSB Budi Luhur Wakatobi tidak dapat mengikuti ajang Aqua DNC 2017 final regional Sulsel karena masalah keterlambatan SSB tersebut mengikuti screnning dua hari sebelumnya.
Karena masalah klasik yaitu pembiayaan sehingga SSB ini berangkat dari Wakatobi yang berjarak +- 460Km dari Makassar menggunakan mode palayaran biasa yang bisa memakan waktu hingga 30 jam. Rombongan ini baru tiba di pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Kamis malam atau mereka telah terlambat beberapa jam. Panitia dan operator ajang ini tidak memberikan kebijakan dan dengan alasan kedisiplinan sehingga anak-anak ini terpaksa menyaksikan teman-teman seumurannya dari Sulsel, Sulbar, Sulteng, dan Sultra dari tribun utama stadion Andi Matalatta.
Karena masalah klasik yaitu pembiayaan sehingga SSB ini berangkat dari Wakatobi yang berjarak +- 460Km dari Makassar menggunakan mode palayaran biasa yang bisa memakan waktu hingga 30 jam. Rombongan ini baru tiba di pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Kamis malam atau mereka telah terlambat beberapa jam. Panitia dan operator ajang ini tidak memberikan kebijakan dan dengan alasan kedisiplinan sehingga anak-anak ini terpaksa menyaksikan teman-teman seumurannya dari Sulsel, Sulbar, Sulteng, dan Sultra dari tribun utama stadion Andi Matalatta.
Sebuah ironi yang harus kita terima sebagai bangsa dengan luas wilayah yang sangat besar dengan mode transportasi yang kadang tidak bersahabat, maka peristiwa yang SSB Wakatobi alami hanyalah catatan-catan kecil dari ribuan cerita anak bangsa yang terpaksa kecewa karena persoalan jarak.
![]() |
| Jarak Wakatobi - Makassar |
![]() |
| Jarak Milan - Munich |
Dari aplikasi peta online saya bisa tahu jarak yang harus ditempuh anak-anak Wakatobi ini hingga tiba di Makassar tidak kurang dari 460 Km melewati laut. Jika kita bandingkan jarak antara kota Milan di Italia ke kota Munich di Jerman yang berjarak 360 Km, maka ini sama saja anak-anak Wakatobi ini harus mengarungi jarak yang lebih jauh untuk kompetisi selevel Liga Champions di benua Eropa sana. Untuk laga tingkatan umur dibawah 12 tahun, jarak yang jauh itu teramat menyayat hati jika pada akhirnya mereka gagal bertanding.
Prakualifikasi dari zona Kota Bau-bau ini sebenarnya diwakili oleh dua tim, yaitu SSB Wakatobi dan SSB Walio. Tetapi SSB Walio bernasib lebih baik karena menggunakan kapal Pelni yang memiliki kecepatan lebih baik dibanding yang anak-anak Wakatobi tersebut tumpangi.
![]() |
| SSB Budi Luhur Wakatobi diteriima oleh manajemen PSM |
Untuk mengobati kekecewaan anak-anak ini maka beberapa pihak berinisiatif memeberikan hiburan termasuk dengan memberikan kesempatan melakukan laga persahabatan di lokasi acara Aqua DNC 2017, yang berlangsung di stadion Mattoanging, Makassar. Kebijakan juga datang dari jajaran manajemen PSM Makassar yang oleh CEO-nya, Munafri Arifuddin mengajak anak-anak ini makan malam bersama yang juga dihadiri Risky Pellu dan Ridwan Tawainella.
Ajang Aqua DNC 2017 regional Sulses ini sendiri berhasil dimenangkan olah SSB Maiwa dari Kabupaten Enrenkang yang di partai final berhasil mengalahkan Bangau Putra dari kota Makassar.
![]() |
| Juara Aqua DNC 2017 Regional Sulawesi Selatan |



