Bicara sepak bola serta cerita turunannya adalah perkara yang tidak ada habisnya, pada kesempatan ini saya ingin berbicara tentang Juventus yang dalam seminggu terakhir ini lagi merajai perbincangan di jagat maya. Mulai dari kontroversi pergantian logonya hingga selebrasi pemainnya yang oleh fans fanatiknya di Indonesia yang seorang gadis muda nan cantik jelita dan berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah dasar di Jawa Tengah, dibuatkan semacam aksi massa yang melibatkan murid-muridnya. Ini pelanggaran atau bukan itu masalah nanti kalau saya sudah terkenal, mungkin seperti itu pikir guru cantik -Husnol Khotimah- ini dalam hati.
Wanita dan Sepak bola adalah simbiosis yang tak terdefinisikan, entah karena paras, entah karena aksi laga nan memikiat, atau hanya pelarian dari rasa ketidakpercayaan kepada kaum adam itu sendiri.
Wanita dan Sepak bola adalah simbiosis yang tak terdefinisikan, entah karena paras, entah karena aksi laga nan memikiat, atau hanya pelarian dari rasa ketidakpercayaan kepada kaum adam itu sendiri.
Logo Nan Simple
Pemilihan logo baru yang dilakukan oleh pihak Juventus termasuk berani jika melihat dari bentuk dan tema logo. Maka wajar saja, beberapa jam setelah di-launching maka fans membanjiri semua jenis akun sosial media tim dengan beragam tanggapan. Ada yang sengaja membuatkan joke dengan mengedit logo baru itu, ada juga yang penuh rasa amarah menuangkan berjenis pilihan kalimat yang mewakili rasa ketidak puasannya terhadap logo nan simple itu.
Jika kita berbicara perihal ilmu perlogoan maka logo baru Juve itu bisa dikategorikan jenis logo "letter" atau "Characters". Logo-logo semacam ini sebenarnya telah umum dipakai, misalnya logo letters paling populer, "DC" untuk DC Comics. Atau "LA" yang merupakan branding dari kota Los Angels, KFC, serta banyak lagi contoh lainnya. Kalau tidak percaya coba saja searching di google atau yahoo (kalau yahoo-nya masih ada) dengan menggunakan kata kunci "logo theme letter".
Jika kita berbicara perihal ilmu perlogoan maka logo baru Juve itu bisa dikategorikan jenis logo "letter" atau "Characters". Logo-logo semacam ini sebenarnya telah umum dipakai, misalnya logo letters paling populer, "DC" untuk DC Comics. Atau "LA" yang merupakan branding dari kota Los Angels, KFC, serta banyak lagi contoh lainnya. Kalau tidak percaya coba saja searching di google atau yahoo (kalau yahoo-nya masih ada) dengan menggunakan kata kunci "logo theme letter".
Dan Ternyata alasan pihak klub me-rebranding logo klub adalah murni karena kepentingan pemasaran. Maksud yang ingin dicapai adalah pihak klub ingin menjadikan Juventus dikenal dan disukai oleh tidak hanya Juventini dan Juvedonna tetapi diluar dari itu. Mungkin bahasa lebih gampangnya Juventus ingin dijadikan sebagai murni merek yang bisa dinikmati tidak hanya oleh pencinta sepak bola tetapi semua umat yang melihat logo tersebut. Kalian masih belum paham maksudku? humm.. Memang manusia diciptakan tidak hanya untuk memahami tetapi lebih kepada mengerti dan sebagai semangat tenggang rasa kita cukup mengangguk saja.
Dyabala Mask dan Berhala Mas.
Karena sejujurnya saya bukan fans Juve maka saya-pun tidak tahu kapan persisnya si Berhala ini melakukan selebrasinya yang viral itu. Tetapi menurut kabar angin yang tidak jelas berhembus dari mana bahwa selebrasi ini, Berhala lakukan saat mencetak gol ke jala gawang Lazio.
Dengan semangat Juvedonna klasik, si Hotima ini mengerahkan massa fanatiknya untuk membantunya melakukan aksi yang menurut doi sebagai bukti cinta. Doi yang entah bagaimana caranya mengunggah dan membagikan videonya bersama murid-muridnya nan-polos sehingga menjadi viral. Bahkan lagi-lagi menurut kabar angin, video ini begitu ramai dibicarakan oleh masyarakat sepak bola Italia (masyarakat moto GP mungkin pada saat yang sama lagi menikmati video Rossi tiba di Labuan Bajo).
Berbicara tentang kegilaan Juventini dan Donnanya, maka saya kembali mengingat sebuah momen yang hampir saja membuatku berurusan dengan pihak keamanan Monas di jakarta. Januari tahun 2015, pada suatu sabtu malam saya melakukan kegiatan semacam malam mingguan tetapi karena saya sendiri maka katakan saja sebagai sabtu malam.
Di selasar timur monumen nasional, di air mancur dekat stasiun Gambir itu. Saya yang lagi menikmati sabtu malam sambil menyusur jalan-jalan berubin batu kali kepunyaan Monas, tiba-tiba dikagetkan oleh sekelompok muda-mudi. Mereka duduk di atas pekarangan monas membentuk lingakaran dengan kedua tangan yang diangkat, semacam formasi penari kecak Bali.
Di selasar timur monumen nasional, di air mancur dekat stasiun Gambir itu. Saya yang lagi menikmati sabtu malam sambil menyusur jalan-jalan berubin batu kali kepunyaan Monas, tiba-tiba dikagetkan oleh sekelompok muda-mudi. Mereka duduk di atas pekarangan monas membentuk lingakaran dengan kedua tangan yang diangkat, semacam formasi penari kecak Bali.
Mereka mengeluarkan teriakan-teriakan dalam bahasa yang tidak saya kenal. Saya terus mendekat untuk memastikan tindakan menyimpan ini. Di dalam hati semangat FPI ku mulai bangkit, gairah mati sahidku muncul secara spontan. "berita tentang aliran-aliran sesat di tanah jawa ini ternyata benar adanya" sahutku dalam hati sambil terus berjalan mendekat sumber kegaduhan.
Dari selah ketemeraman pekarangan Monas, dari arah gerombolan tersebut saya melihat beberapa pentolannya memakai baju dengan motif garis hitam putih. Kudengar diantara nyanyian mereka, kata "biangconeri". Pedang kusarungkan kembali, semangat FPI yang sudah berapi-api tersiram oleh sepanggal kata "biangconeri". Arti kata Italia ini saya tahu beberapa tahun sebelum kejadian sabtu malam itu dari seorang diaspora Itilia yang bernama Bianco, waktu itu beliau membawakan materi kuliah di kampus ku duluh.
Dari selah ketemeraman pekarangan Monas, dari arah gerombolan tersebut saya melihat beberapa pentolannya memakai baju dengan motif garis hitam putih. Kudengar diantara nyanyian mereka, kata "biangconeri". Pedang kusarungkan kembali, semangat FPI yang sudah berapi-api tersiram oleh sepanggal kata "biangconeri". Arti kata Italia ini saya tahu beberapa tahun sebelum kejadian sabtu malam itu dari seorang diaspora Itilia yang bernama Bianco, waktu itu beliau membawakan materi kuliah di kampus ku duluh.
Juventus yang berasal dari bahas latin "Iupentus" yang berarti masa muda itu telah mengukir sejarahnya sebagai klub dengan prestasi segudang dan tentunya dengan fans denga masa muda yang diwarnai dengan lagu-lagu "bianconeri" tadi.