Skip to main content

Doa yang Terdigitalkan

Beberapa hari belakangan sedang viral postingan doa bapak Susilo Bambang Yudhoyono di twitter yang selang beberapa hari kemudian direpost di akun facebook beliau. Postingan ini tidak biasa untuk level beliau, apa lagi jika dilihat dari isi doa yang beliau posting.

Postingan *SBY* di facebook



Saya tidak ingin menilai dampak psikologis yang bisa ditimbulkan dari postingan doa tersebut. Saya-pun malas menyangkut pautkannya dengan suasana politik yang sedang terjadi. Saya justru penasaran ingin mengomentari tentang perilaku beberapa oknum yang gemar berdoa dengan rasa yang kurang lebih sama dengan yang pak SBY lakukan.
Saya sering melihat teman, guru-guru, orang tua, atau bahkan pejabat berpengaruh di lingkungan-ku memposting doa pribadinya di sosial media. Paling sering saya mendapati postingan doa saat perayaan ulang tahun, dan doa yang menjurus kekeluhan pada saat sesuatu terjadi tidak sesuai yang diharapkannya.
Saya sering terpancing untuk menuliskan komentar, minimal menuliskan kata "amin" dengan tambahan emoticon berdoa di ujungnya. Tetapi sering ku urungkan niatku itu karena niatku memang hanya ingin meledek dibandingkan meng-aminkan-nya dengan ikhlas.
Pelajaran tentang adab berdoa pertama kali saya dapatkan di bangku kelas VII sekolah menengah pertama. Salah satu adab berdoa yang masih saya ingat hingga sekarang adalah, sebelum kita berdoa sebaiknya kita bertaubat terlebih dahalu. Kemudian doa diawali dengan pengagungan kepada Tuhan, dilanjutkan dengan mengucapkan isi doa yang ingin dipanjatkan (doa yang bertujuan positif) dengan suara yang lirih, atau suara yang pelan dan tidak boleh kedengaran oleh orang-orang di sekitar kita.
Dalam konteks berdoa di media sosial dengan maksud doa-nya diketahui oleh orang lain kemudian di-aminkan, saya justru menilai hal ini cenderung berlebihan. Karena pertama, doa ini sudah tidak sepaham dengan adab berdoa yang diucapkan dengan suara yang lirih. Kemudian kedua, jika doa kita berisi tentang aduan yang bersifat pribadi, misalnya aduan masalah rumah tangga yang tidak seharusnya diketahui oleh orang banyak maka tentu doa yang kita posting ini justru merugikan image pribadi kita dan merugikan keluarga.
Dan yang ketiga yang lebih parah adalah pastikan bahwa Tuhan berteman dengan kita di media sosial. Joke ini saya dapatkan dari isi komentar di kolom status postingan doa pak SBY di twitter itu.


#Doa #SBY #SusiloBambangYudhoyono #adabBerdoa

Popular posts from this blog

Tarwi Pertama

Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...

Celengok

Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.

Obat Insomnia

Hari ini aku insomnia, berenang di laut adalah pilihan terbaik untuk mengobati ini semua. Banyak kerunyeman yang menggantung bebas dalam pikiran. Laut hari ini nampak jernih tak ada dosa. Aku mulai jenuh dengan keadaan yang mewarnai hari-hariku di kampus. Mungkin satu jam bersenyawa dengan mineral di lautan akan membuat tubuh menjadi sedikit santai.