Skip to main content

Debut SSB Galesong Sakti Junior di Aqua DNC 2017

Dua hari kemarin diakhir pekan pertama dan kedua bulan januari adalah hari sibuk untukku. SSB Galesong Sakti Junior yang saya asuh, mengikuti ajang Aqua Danone National Cup 2017 yang merupakan ajang Piala Dunia Sepak Bola untuk kelompok umur 12 tahun (kelahiran 2005-2006). Pada pekan pertama tepatnya tanggal 7 dan 8 januari dilangsungkan Prakualifikasi tingkat kabupaten di Mannongkoki, Kec. Polongbangkeng Utara, Takalar. SSB Galesong Sakti Junior mengirimkan dua perwakilan tim walaupun pada akhirnya kami hanya mampu meloloskan satu tim untuk berlaga diputaran final regional Sulawesi selatan yang akan diikuti oleh 48 tim dari Sulsel, Sulbar, Sulteng, dan Sultra.
Lolosnya SSB Galesong Sakti Junior ke putaran final regional merupakan sebuah pencapaian yang saya pribadi menilai luar biasa, kerena pertama SSB ini terbentuk baru tahun 2016 kemarin sekitar dua bulan sebelum kompetisi ini berlangsung. kedua, SSB ini belum mengambil pungutan biaya kepada anak didiknya sehingga saya dan teman-teman staf patungan dalam pembiayaan.
Kami berangkat ke Makassar dengan modal semangat dengan pengalaman yang minim. Pada hari pertama, 12 januari dilangsungkan screnning pemain sebagai syarat utama kompetisi ini. di tahap ini para pemain diperiksa kelengkapan dan keaslian berkasnya. serta dilakukan medical screnning berupa pemeriksaan gigi untuk memastikan umur pemain tidak melewati standar yang ditetapkan. Walaupun ada sedikit kesalah pahaman dikelengkapan berkas salah satu pemain kami berupa izin dari sekolah tetapi akhirnya dia diberikan hak untuk bertanding karena berkas lain yang memberikan keyakinan kepada panitia.
Syarat berkas yang harus dipenuhi dalam ajang Aqua Danone National Cup tahun ini yaitu,
  1. Rapor (asli)
  2. Akte lahir (asli)
  3. Surat rekomendasi dari sekolah pemain yang bersangkutan.
Tanggal 14 januari kami melakukan pertandingan perdana pada pukul 10.20 waktu Makassar melawan SSB Mandiri Utama yang merupakan perwakilan prakualifikasi dari zona Makassar. Tim SSB kami yang dilatih oleh Muhammad Ahmi Husein, gagal memperoleh poin dan kalah dengan skol 3-0. Pertandingan kedua berlangsung pada pukul 14.00 dengan lawan yang sama karena di pool kami yaitu pool P hanya diisi oleh dua tim. hal ini terjadi karena banyaknya tim (8 tim, data tribuntimur) yang tidak lolos tahap screnning berkas dan gigi.
Pada pertandingan kedua SSB kami kembali menelan kekalahan dengan skor yang sama. Dipengalaman pertama mengikuti ajang ini kami harus pulang lebih cepat tetapi banyak hal yang telah kita dapat dan berharap bisa berbuat lebih diajang yang sama ditahun-tahun yang akan datang.
Ada beberapa point penting yang bisa saya tuliskan untuk bisa dijadikan masukan kepada pihak-pihak yang juga punya niatan membentuk tim/ssb yang akan diikutkan di ajang Aqua DNC.
  • Mengumpulkan anak-anak yang memiliki keinginan dan bakat di bidang sepak bola.
  • Memastikan adanya dukungan orang tua siswa, ini sangat penting.
  • Latihan persiapan sekitar minimal 3 bulann sebelum kompitisi dilangsungkan saya kira sudah cukup (poin ini berlaku bagi yang tidak punya SSB reguler)
  • Latihlah siswa-siswi SSB anda pada kemampuan paling dasar yaitu, menedang, mengumpan, melempar bola, setelah itu baru kembangkan ke latihan seperti posisi permainan dan lain sebagainya.
  • Pastikan siswa-siswi anda memenuhi syarat umur (jangan pernah ada niat melakukan kecurangan), hal ini penting supaya tidak ada lagi kecemasan dan bisa fokus kepertandingan yang akan dihadapi.
Seperti itulah pengalaman saya selama mengikuti ajang Aqua DNC 2017 untuk kali pertama.

suasana latihan SSB Galesong Sakti Junior

suasana latihan SSB Galesong Sakti Junior

suasana latihan SSB Galesong Sakti Junior

suasana latihan SSB Galesong Sakti Junior




Popular posts from this blog

Tarwi Pertama

Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...

Celengok

Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.

Obat Insomnia

Hari ini aku insomnia, berenang di laut adalah pilihan terbaik untuk mengobati ini semua. Banyak kerunyeman yang menggantung bebas dalam pikiran. Laut hari ini nampak jernih tak ada dosa. Aku mulai jenuh dengan keadaan yang mewarnai hari-hariku di kampus. Mungkin satu jam bersenyawa dengan mineral di lautan akan membuat tubuh menjadi sedikit santai.