Aroma tahun 2016 semerbaknya masih tersisa, hegemoni dan keriuahan tahun baru 2017 baru saja berlalu. Setiap tahun diawal pergantian penanggalan masehi, sudah menjadi komando naluri dasar manusia untuk membandingkan antara pencapaian yg telah dilalui di tahun kemarin untuk membuat pencapaian baru di tahun yg akan datang.
Setahun berlalu tentu telah banyak cerita berkesan yang telah tercipta, ada yang sekedar berlalu dan ada juga yang menjadi point penting pengisi kaledoskop.
Secara pribadi saya menilai pencapaian pribadi saya di tahun 2016 kurang begitu bisa dibanggakan. Selain kabar istri sedang hamil dan beberapa keluarga dekat yang berpulang, maka saya melalui 2016 ini dengan nilai 6 diantara 1 hingga 10.
Alhamdulillah karena kabar istri yang sedang hamil mempengaruhi saya secara fisikologi dan itu terlihat baik karena kedewasanku sedikit banyak semakin bertambah. Yang selama ini matanya masih liar, sekarang sudah dikandangkan.
Tahun kemarin juga diisi dengan kesibukan mengurus sekolah sepak bola yang merupakan salah satu resolusi pribadi saya. Kecintaan dan kegemaran saya kepada olahraga ini sulit dilukiskan. Sewaktu kecil saya ingin sekali menjadi pamain sepak bola dan terpilih membela timnas PSSI. Waktu berlalu dan sekarang sudah dewasa, cita-cita ku itu resmi tutup buku. Kualihkan fokusku untuk menjadi bagian dari kesuksesan cita-cita sepak bola generasi selanjutnya. Saya ingin menjadikan faktor-faktor kegagalanku sebagai bahan pelajaran agar anak-anak didikku tidak mengalaminya. Semoga mereka sukses, aamiin.
Tahun 2017 ini tentu akan lebih membuatku bergairah, tahun ini insya Allah istriku akan melahirkan, mungkin di pertengahan tahun. Dan itu tandanya saya harus ekstra dalam segala hal. Tidak boleh lagi santai kayak dipantai kecuali anu, hehehe.
Awal januari ini SSB yang saya rintis juga akan mengikuti kompitisi resmi pertamanya. Walau kelihatan sulit tapi saya yakin mereka bisa berbuat lebih.
Tahun 2017 ini saya juga ingin kembali ingin aktif menulis di blog lagi seperti saat di bangku kuliah, saya merasa punya kemampuan untuk itu walaupun saya curiga ini hanya penilaian pribadiku saja. Hehe..
Untuk urusan kerjaan, tahun sebelumnya yang kurang menjanjiakan saya harap tidak akan terulang tahun ini. Saya telah melist potensi-potensi yang ingin saya manfaatkan.
Tak muluk-muluk dan besar harapan saya agar selalu diberikan kesehatan dan kesempatan untuk keluarga dan tentunya masyarakat.
Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...
Comments
Post a Comment