Skip to main content

Dua Sejoli

Bicara tentang konsep ke-Tuhan-an aku teringat saat pamanku dikampung bercerita dengan hebatnya, sampai menjadi abu seluruh cerutuh yang beliau kantongi. "dulu nak saat dunia ini baru akan terbentuk, Alla Ta'Ala dengan Nabi Muhammad saling bertanya satu sama lain tentang siapakah Tuhan sejati".
Aku diam tak aingin kusanggah semangat meluap pamanku, kubiarkan kisahnya terus saja mengalir.
"saat itu mereka bermain petak umpet, Nabi Muhammad-lah yang lebih dulu bersembunyi tetapi ia ternyata mampu dilihat dan diketahui oleh Allah Ta'Ala" (pungkasnya penuh gairah).
"kemuadian giliran Allah Ta'Ala yang bersembunyi, ternyata Nabi Muhammad tidak mampu menemukanNya, maka sejak saat itu Allah Ta'Ala tidak pernah lagi menampakkan wujudnya sampai hari kiamat tiba" paman kembali mengisap penuh nikmat cerutunya yang redup digoda angin laut.
Paman sering menyimpulkan bahwa eksistensi Tuhan yang sejati dimulai sejak peristiwa itu, Tuhan yang sejati tidak pernah lagi menampakkan wujudnya sampai saat yang Ia tentukan sendiri.
Konsep ketuhanan masyarakat udik pedalaman terkadang menyimpan keunikan. Cerita ini tak bisa aku dapatkan di bangku perkuliahan. Konsep ke-Tuhan-an telah menjadi kajian yang takhabis oleh kata dan tak akan lekang oleh masa. Generasi silih berganti mangkaji dan menyajikannya. Ada yang congkang sombong tak berpaham, ada juga yang lembut penuh pemaknaan pada baris tutur kata untuk menjabarkannya.

Comments

Popular posts from this blog

Tarwi Pertama

Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...

Celengok

Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.

Obat Insomnia

Hari ini aku insomnia, berenang di laut adalah pilihan terbaik untuk mengobati ini semua. Banyak kerunyeman yang menggantung bebas dalam pikiran. Laut hari ini nampak jernih tak ada dosa. Aku mulai jenuh dengan keadaan yang mewarnai hari-hariku di kampus. Mungkin satu jam bersenyawa dengan mineral di lautan akan membuat tubuh menjadi sedikit santai.