Skip to main content

VIII

Senin 6 Februari 2012, berbeda dengan biasanya. Selayaknya semester baru maka kita akan mendapati diri berada pada bidang kajian baru dalam bangku-bangku kuliah yang kaku. Jadwal yang tak berpihak dan kontrak perkuliahan-pun tak ketinggalan. Masi melekat dibenak ku saat semester pertama di bangku kuliah, disuapi layaknya anak ayam lalu melongok menjadi manusia paling polos.
Waktu kemudian berlalu, berlalu menjauh tampa enggan tuk menoleh. Sekarang, masi seperti hidupku tiga tahun lebih yang lalu, kini telah berada pada suatu posisi yang dinamakan zona keengganan. Mahasiswa tingkat akhir yang baru ingin mencari jati diri. Judul dan bentuk skripsi yang melayang dan seakan bersembunyi jauh. Ada diatas, di balik awan, diselah galaksi dan terpendam dalam kawah-kawah komet.
Semester VIII, bahkan sudah kulupa bahwa aku masi seorang mahasiswa, Efek hukum newton I. Semester ini adalah out door, menjadi kanopi dari tujuh semester yang telah menguap. Zona keengganan daku berada sekarang. CINTA, BUKU, dan LEMBAGA naik ke panggung, bergoyang sesuka watak masing-masing, lupa lalu muntah, muntah sejadi-jadinya.
Baru saja ku copy satu lembar bukti pembayaran SPP, Irvan semester delapan kulihat jelas diraup muka Ibundaku saat memberi beberapa lembar rupiah. Kalian tentu paham maksud Ibuku. Beliau tak mau tahu lagi, Ini yang terakhir bisiknya dalam sanubari.

Comments

Popular posts from this blog

Celengok

Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.

Tarwi Pertama

Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...

Obat Insomnia

Hari ini aku insomnia, berenang di laut adalah pilihan terbaik untuk mengobati ini semua. Banyak kerunyeman yang menggantung bebas dalam pikiran. Laut hari ini nampak jernih tak ada dosa. Aku mulai jenuh dengan keadaan yang mewarnai hari-hariku di kampus. Mungkin satu jam bersenyawa dengan mineral di lautan akan membuat tubuh menjadi sedikit santai.