Skip to main content

Cerita Dari Kuliah Lapangan Part I

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu...
Puji sykur saya panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Segalanya karena pada tanggal 16-20 Desember saya telah menunaikan tiga SKS dari mata kuliah lapangan geofisika yang kali ini mengambil tempat di pantai Tete(baca sesuai nama buah dada), desa Bone Pute, kecamatan Tondra, kabupaten Bone.


Pada kuliah lapangan kali ini kami melakukan enam praktek antara lain Geolistrik, Topografi untuk praktek di darat.
Alat Geolistrik
dan Pasut (pasang surut), Gelombang laut, Arus Laut, dan Sedimen Trap untuk praktek di laut.
Susana saat pemasangan Bak Ukur Pasut

Pantai Tete dalah salah satu objek wisata di Bone jadi wajar aja tempatnya eksotis, sebelas duabelas lah sama yang di bali. Jika ada waktu luang diselah kesibukan, kami mencoba menikamti pemandangan pantai. Dilepas pantai Tete terdapat satu pulau yang tak berpenghuni yang bisa ditempuh dengan jalan kaki saat laut sedang surut. Pantainya sedikit menyeramkan, di situ terdapat kuburan kono.
Nilai sendirilah tingkat keseraman pulaunya ya ;-)....
Salah satu sudut pulau
Saat sampai di pulau kami tergiur dengan kelapa muda-nya, kami memetik beberapa buah walau awalnya kami sedikit ragu, ini halal atau haram. Tetapi dengan ucapan bismillahi rahmani rahim, kami pun menikmati menu utama itu.
Sang Juara
Juara Panjat Kelapa Tingkat Dusun.
Sang Perampok
Hasil jarahan di pulau tak berpenghuni (tak beretika)
Sang Penghibur, hehehe :-P
Inilah alasan kenapa pantai tersebu dinamakan pantai Tete.
inilah akibat dari keserahan dan makan sembarangan tanpa izin dari penghuni pulau (mahluk halus).
Nge-smoke dulu ahh... "santai bro... kayak di pantai"

Ekspresi saat aku kembali ke habitat asli-ku...hehehehe.
Beachboy gitooo,,,

Foto yang di bawah adalah saat kami pulang air laut sudah pasang akhirnya kami berenang dehh...


Comments

Popular posts from this blog

Tarwi Pertama

Malam pertama Ramadhan, masjid muntah kelebihan orang bertobat. Imam mangap-mangap melafadzkan Al Fateha karena ulah kipas angin yang tiba-tiba mandek. Gambaran puluhan tahun tindak tanduk orang-orang di kampungku, on fire diawal bulan, on the way di akhir sabit. Malam itu aku berada di baris belakang di barisan manusia-manusia yang baru belajar ditingkat meneguk air minum alias children Warriors . Bukan kesengajaan aku berada pada keadaan seperti ini. Lima menit sebelumnya saat muadzin mengumandangkan panggilan kemenangan aku masih tak mau menyadarkan diri menyentuh air wuduh. Aku masih berkelahi dengan iblis-iblis yang baru saja dijatuhi hukuman satu bulan dibui tampa masa percobaan sesaat setelah hilal terindera oleh abdi Pemerintah. Sudah menjadi kebiasaan buruk bagiku, mengambil injuri time , saat ikhomat berkumandang, dengan akselerasi kecepatan berlari melintasi tiga rumah dari mesjid. Aku tiba di mesjid sesaat setelah ma’mum serentak mengucapkan “amin….!!!”- Masbuk,...

Celengok

Stabail: Tidak timpang, kokoh tak goyang. Bertahan dan mampu mempertahankan dirinya. Hidup ini warna warni jelas bukan kajian dikotomi. Pandangan kita selayaknya menerima arti dari pluralisme. Maksudku disini bukan persamaan nilai luhur tetapi cukup pada keaneka ragaman yang dapat diterima. Labil: celengok celengik kayak ayam gundul tak punya fokus. Terbang sesuka naluri hewaniyanya lalu hinggap diam, menangis, tertawa kemudian sesekali menggoda - ciri Kuntilanak.

Obat Insomnia

Hari ini aku insomnia, berenang di laut adalah pilihan terbaik untuk mengobati ini semua. Banyak kerunyeman yang menggantung bebas dalam pikiran. Laut hari ini nampak jernih tak ada dosa. Aku mulai jenuh dengan keadaan yang mewarnai hari-hariku di kampus. Mungkin satu jam bersenyawa dengan mineral di lautan akan membuat tubuh menjadi sedikit santai.